MADIUN – Performa PSM Madiun U-17 jelang Piala Soeratin U-17 masih belum stabil.
Hasil uji coba dalam mini kompetisi di Stadion Wilis, kemarin (16/4), menunjukkan inkonsistensi permainan tim.
PSM mencatat dua kemenangan dan satu hasil imbang. Mereka menang 2-0 atas Buazh Magetan, bermain imbang 1-1 melawan Persekama Madiun, serta menang telak 4-0 atas NFG Ngawi.
Pelatih kepala Rudi Haryono menilai faktor kelelahan menjadi salah satu penyebab performa tim belum maksimal.
’’Secara permainan kami unggul, tapi karena recovery kurang akhirnya kebobolan,’’ ujarnya.
Ia menjelaskan, tim berangkat dari Kediri sejak pagi dan langsung menjalani pertandingan setibanya di Madiun. Kondisi tersebut membuat stamina pemain tidak optimal.
Selain itu, padatnya jadwal juga menjadi tantangan tersendiri. Setiap pertandingan berlangsung dua kali 25 menit tanpa jeda antar laga.
Rudi menambahkan, evaluasi tim akan difokuskan pada penyelesaian akhir dan efektivitas serangan.
’’Peluang banyak, tapi belum bisa dikonversi jadi gol,’’ imbuhnya.
Aspek mental juga menjadi sorotan. Menurutnya, para pemain masih terlihat gugup saat menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.
’’Masih nervous karena jam terbang kurang,’’ jelasnya.
Dalam satu bulan ke depan, tim akan memaksimalkan persiapan, mulai dari peningkatan fisik, mental, hingga variasi permainan.
Saat ini, PSM membawa 23 pemain dalam uji coba dari total 26 pemain dalam skuad.
’’Kami menargetkan minimal menembus empat besar untuk membuka peluang juara grup,’’ kata Rudi. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto