MADIUN – Penataan birokrasi di lingkungan Pemkot Madiun ke depan akan berbasis kinerja.
Mutasi dan promosi jabatan tidak lagi ditentukan oleh kedekatan, melainkan performa aparatur.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menegaskan, hanya pegawai dengan kinerja baik yang akan mendapat kesempatan naik jabatan.
“Yang bagus naik, yang tidak (baik) ya ditahan dulu,” ujarnya, Minggu (19/4).
Bagus menilai, kepedulian terhadap lingkungan kerja masih perlu ditingkatkan. Termasuk dalam penataan taman dan fasilitas umum yang sempat dikeluhkan masyarakat.
“Tidak harus menunggu perintah, harus punya kepedulian,” tegasnya.
Untuk memperkuat pengawasan, pemkot menyiapkan sistem berbasis teknologi. Aparatur akan dibagi per kawasan dan dipantau melalui CCTV.
Kinerja mereka akan terekam dan dievaluasi secara berkala sebagai bahan penilaian.
Selain itu, sistem pelaporan akan diintegrasikan secara daring. Pemkot menggandeng Diskominfo dan BKD untuk memantau kinerja aparatur secara menyeluruh.
Mulai dari laporan pekerjaan, penanganan aduan masyarakat, hingga performa individu.
“Semua akan terpantau, dari laporan sampai eksekusi,” jelasnya.
Bagus juga menyoroti kebutuhan regenerasi pejabat. Sejumlah pejabat eselon II akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat.
Tahun ini, dua pejabat pensiun dan satu meninggal dunia. Sementara pada 2027, sekitar tujuh pejabat eselon II diperkirakan pensiun.
“Makanya kami siapkan regenerasi dari sekarang,” ungkapnya.
Evaluasi jabatan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk terhadap nama-nama yang telah masuk dalam draf sebelumnya.
Ia menegaskan, peluang promosi terbuka bagi siapa saja yang berprestasi, termasuk pegawai muda.
“Kalau tidak sesuai, ya dievaluasi. Bisa saja yang muda melompati senior,” tegasnya.
Bagus memastikan penilaian kinerja dilakukan secara objektif tanpa pendekatan emosional. Pegawai dengan performa buruk akan langsung diganti.
“Saya tidak perlu marah-marah, langsung diganti saja,” katanya.
Ia berharap seluruh aparatur memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan Kota Madiun dan bekerja tanpa harus selalu menunggu perintah.
“Yang penting perform dan peduli,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto