Jawa Pos Radar Madiun – Pertumbuhan ekonomi Kota Madiun turun tipis 0,04 persen pada 2025.
Pemkot menilai penurunan itu bukan karena melemahnya aktivitas ekonomi, melainkan faktor pencatatan.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menyebut, perputaran ekonomi di lapangan tetap stabil.
“Secara angka turun, tapi perputaran ekonomi sebenarnya tidak,” ujarnya, Rabu (22/4).
Pemkot langsung berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengevaluasi indikator perhitungan.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah kontribusi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Bagus, data pendapatan UMKM selama ini belum sepenuhnya masuk dalam penghitungan ekonomi daerah.
“Pendapatannya tidak masuk dalam pengukuran,” jelasnya.
Untuk memperbaiki hal itu, pemkot menyiapkan kewajiban pelaporan omzet, khususnya bagi UMKM yang mendapat fasilitas pemerintah.
Pelaporan akan didukung sistem digital berbasis aplikasi point of sales (POS) yang dikembangkan dinas terkait.
“Nanti jadi acuan perhitungan,” tegasnya.
Selain itu, pola pembinaan UMKM juga diubah. Tidak lagi sebatas pemberian bantuan, tetapi diarahkan pada penguatan kemandirian usaha. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto