Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 75 personel digembleng kemampuan vertical rescue oleh BPBD Kota Madiun untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Pelatihan intensif digelar di Batalyon Yonif 501/Bajra Yudha, Kamis (23/4).
Peserta terdiri dari 47 personel BPBD dan 28 perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD). Dua instruktur dari Yonif 501 dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Plt Kalaksa BPBD Kota Madiun Muhammad Yusuf Asmadi menegaskan, bimtek ini bukan sekadar formalitas.
“Tujuannya menciptakan sinergitas OPD dalam penanganan bencana,” ujarnya.
Materi pelatihan meliputi pengenalan peralatan, teknik evakuasi di ketinggian, hingga praktik langsung di tower latihan.
Peserta juga dilatih teknik simpul, pengikatan, evakuasi dari bawah ke atas, serta penggunaan tandu.
Menurut Yusuf, kemampuan vertical rescue menjadi kebutuhan penting.
Karakter Kota Madiun sebagai wilayah dengan banyak bangunan bertingkat meningkatkan risiko kejadian darurat, seperti kebakaran maupun gempa.
BPBD juga menyiapkan tim dengan keahlian khusus, mulai animal rescue hingga vertical rescue.
Kolaborasi lintas OPD terus diperkuat untuk mempercepat respons saat bencana, termasuk hidrometeorologi.
“Ketika terjadi bencana seperti pohon tumbang, tim harus bergerak cepat dengan teknik yang sudah dikuasai,” imbuhnya.
Selain untuk kebutuhan daerah, pelatihan ini juga diproyeksikan mendukung penugasan di luar wilayah saat terjadi kondisi darurat skala besar.
Sebagai tindak lanjut, BPBD akan menggelar apel kesiapan peralatan dan evaluasi berkala untuk menyesuaikan kebutuhan peningkatan kapasitas personel.
“Kami petakan tiap tahun kebutuhan SDM, lalu siapkan pelatihan sesuai kebutuhan,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto