Jawa Pos Radar Madiun – Lonjakan pasien memaksa RSUD Kota Madiun menambah kapasitas layanan.
Rumah sakit milik pemkot itu menyiapkan pembangunan gedung rawat inap baru senilai Rp 13 miliar.
Gedung dua lantai tersebut dirancang menampung 48 tempat tidur. Pembangunan akan dilakukan di area sekitar ruang Dahlia.
Direktur RSUD Kota Madiun Muhammad Nur mengatakan, setiap lantai akan diisi sekitar 24 tempat tidur.
“Rencananya dua lantai, total 48 tempat tidur,” ujarnya, kemarin (26/4).
Lantai bawah akan difokuskan untuk pasien anak, sementara lantai atas diperuntukkan bagi pasien kelas satu.
Penambahan fasilitas ini sekaligus untuk memenuhi standar layanan dari Kementerian Kesehatan.
Selain itu, kondisi bangunan lama yang sudah berusia menjadi pertimbangan utama pembangunan gedung baru.
“Bangunan rawat inap yang ada sebagian sudah lama,” jelasnya.
Gedung tersebut juga diproyeksikan sebagai lokasi relokasi sementara saat ruang lama direhabilitasi.
“Kalau mau renovasi, harus ada tempat pemindahan pasien terlebih dahulu,” katanya.
Dengan tambahan fasilitas, perbaikan ruang rawat inap bisa dilakukan bertahap tanpa mengganggu pelayanan.
Saat ini, proyek masih dalam tahap tender. Sebelumnya, proses lelang sempat gagal karena keterbatasan waktu pengerjaan.
“Tahun lalu sempat gagal tender. Sekarang proses lelang berjalan lagi,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto