Jawa Pos Radar Madiun – Prestasi membanggakan ditorehkan atlet karate Kota Madiun.
Dalam kejuaraan provinsi (kejurprov) dan kejuaraan nasional (kejurnas) shokaido pertengahan April lalu, mereka tampil impresif dengan torehan medali.
Di kejurprov Malang, kontingen Madiun mengoleksi sembilan emas, enam perak, dan tiga perunggu.
Sementara di Kejurnas Shokaido di Bandar Lampung, atlet Madiun ikut mengantar Jawa Timur finis sebagai juara umum kedua.
Ketua FORKI Kota Madiun Dony Koeswoyo mengatakan, tim dibagi dalam dua kelompok.
Atlet senior turun di kejurnas, sedangkan kadet berlaga di kejurprov.
“Total sekitar 50 atlet kami kirim. 15 ke Lampung dan 35 ke Malang,” ujarnya, Selasa (28/4).
Meski meraih banyak medali, Dony mengakui hasil tersebut belum sepenuhnya sesuai target.
Namun, capaian itu tetap kompetitif di tengah ketatnya persaingan.
“Ada target yang lepas, tapi tidak memengaruhi posisi secara keseluruhan,” jelasnya.
Pembinaan atlet terus digenjot. Program latihan digelar empat kali sepekan dengan fokus pada nomor kata dan kumite.
Selanjutnya, FORKI Kota Madiun membidik Kejurnas PB FORKI di Bandung sebagai ajang lanjutan. Target realistis dipatok satu emas dan dua perak.
“Persaingan di level nasional tentu lebih berat,” tegasnya.
Salah satu penyumbang medali, Anindya Shifa Adianty (14), sukses meraih emas kumite dan perunggu kata di Kejurnas Shokaido.
“Alhamdulillah bisa tetap menang,” ujarnya.
Sementara itu, Animha Furqon Tirta Kharisma turut menyumbang emas kumite di Kejurprov Jatim.
Dia menyebut semifinal melawan tuan rumah menjadi laga terberat.
“Senang bisa bawa emas untuk Madiun,” katanya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto