Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Masuk Kemarau, Madiun Siaga Kebakaran dan Bencana

Erlita H • Rabu, 29 April 2026 | 07:00 WIB
Petugas BPBD Kota Madiun menyiapkan peralatan pemadaman untuk mengantisipasi peningkatan risiko kebakaran saat musim kemarau. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Petugas BPBD Kota Madiun menyiapkan peralatan pemadaman untuk mengantisipasi peningkatan risiko kebakaran saat musim kemarau. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pergeseran musim hujan ke kemarau mulai mengubah peta risiko bencana.

Pemkot Madiun menyoroti potensi kebakaran sebagai ancaman paling krusial dalam beberapa bulan ke depan.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menegaskan, kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan, terutama di wilayah dengan potensi kebakaran tinggi.

“Yang paling krusial saat kemarau ini risiko kebakaran. Karena itu terus kami lakukan sosialisasi,” ujarnya, kemarin (28/4).

Baca Juga: Harga Cabai di Kota Madiun Stabil, Minyak Goreng Curah Mulai Naik

Data BPBD Kota Madiun mencatat, sepanjang Januari hingga Maret 2026 terjadi 62 kejadian bencana.

Rinciannya satu kebakaran, tiga rumah roboh, 20 pohon tumbang, 37 animal rescue, serta satu banjir.

Sebaran kejadian meliputi wilayah Rejomulyo, Winongo, Manguharjo, Pangongangan, hingga Pilangbango.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun M. Yusuf Ahmadi menyebut kondisi cuaca saat ini masih fluktuatif.

Baca Juga: Dari 300 Pendaftar, Empat Pelajar Wakili Kota Madiun ke Seleksi Paskibraka Jatim

Hujan disertai angin kencang masih terjadi meski telah memasuki kemarau.

“Beberapa hari lalu terjadi hujan angin yang menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik,” jelasnya.

Menurut dia, potensi kebakaran paling rawan terjadi di lahan kering seperti area kosong, rumput kering, dan tanah lapang yang mudah terbakar saat suhu meningkat.

“Ini yang harus diwaspadai bersama,” ujarnya.

Baca Juga: Tiba di Madinah, Jemaah Haji Madiun Langsung Cek Kesehatan dan Verifikasi

Sebagai langkah antisipasi, BPBD menyiapkan sarana pendukung. Mulai tangki air untuk suplai darurat hingga peralatan pemadaman dan evakuasi.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada wilayah di Kota Madiun yang masuk kategori rawan kekeringan.

Pemantauan terus dilakukan mengikuti perkembangan cuaca.

“Peralatan siap. Tinggal kesiapsiagaan di lapangan yang terus kami tingkatkan,” tandasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#kebakaran madiun #bpbd madiun #cuaca ekstrem #musim kemarau #bencana madiun