Jawa Pos Radar Madiun – Pasokan MinyaKita di Kota Madiun dipastikan aman.
Hingga pertengahan April, sebanyak 370.860 liter minyak goreng rakyat itu telah digelontorkan ke pasar untuk menjaga stok sekaligus menahan gejolak harga.
Pemimpin Bulog Madiun, Agung Sarianto, menyebut penyaluran terbesar mengalir ke pasar SP2KP, termasuk Pasar Besar Madiun (PBM), mencapai 107.376 liter.
Disusul pasar non-SP2KP sebesar 80.232 liter, KDMP 43.569 liter, serta toko dan pengecer Bulog sekitar 137.000 liter.
Baca Juga: Harga Minyak Goreng di Madiun Naik, Dipicu Kenaikan Biaya Plastik
Penyaluran dilakukan rutin dua kali dalam sepekan, terutama ke PBM dan Pasar Sleko.
Setiap pengiriman, satu truk mengangkut 600–700 karton. Pedagang mendapatkan jatah bervariasi, mulai dua hingga 25 karton.
Bulog juga menjaga harga tetap sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.
Pasokan ke pedagang diberikan dengan harga Rp14.500 per liter sehingga masih memberi ruang margin.
“Kami awasi saat dropping sekaligus monitoring penjualan dan stok,” ujarnya, Minggu (3/5).
Baca Juga: MinyaKita Langka di Ngawi, Bulog Akui Pasokan Seret dan Baru Terima 35 Persen
Pengawasan dilakukan bersama Satgas Pangan dan dinas terkait. Pedagang diwajibkan menjual sesuai HET.
Jika ditemukan pelanggaran, evaluasi hingga penghentian pasokan akan dilakukan.
Di tengah tren kenaikan harga minyak goreng di luar pasar, Bulog memastikan stok MinyaKita tetap mencukupi.
Masyarakat pun diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Tidak perlu panik buying, beli secukupnya,” tegas Agung. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto