Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah proyek perbaikan jalan di Kota Madiun tertunda.
Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dan material aspal memaksa pemkot melakukan penyesuaian anggaran sebelum pekerjaan dimulai.
Akibatnya, proyek fisik yang semula dijadwalkan tahun ini belum bisa langsung digarap.
Perhitungan ulang biaya konstruksi menjadi langkah yang harus ditempuh.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Agus Tri Sukamto, mengakui dampak kenaikan harga tersebut cukup signifikan.
Baca Juga: Harga Aspal Naik, Anggaran Proyek Jalan Ngawi Disesuaikan
“Pekerjaan belum bisa kami laksanakan dikarenakan perubahan harga material sangat signifikan,” ujarnya, kemarin (3/5).
Menurut dia, empat paket proyek jalan dengan nilai sekitar Rp15 miliar harus direviu ulang.
Penyesuaian dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan program pusat serta lonjakan harga BBM dan material.
Dampaknya, pelaksanaan proyek mundur sambil menunggu pemenuhan prosedur dan regulasi yang berlaku.
“Faktor perubahan harga ada prosedur atau regulasi yang harus kami penuhi. Setelah itu baru bisa kami laksanakan,” imbuhnya.
Meski tertunda, DPUPR menargetkan pekerjaan dapat mulai berjalan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Harga Aspal Naik, Anggaran Jalan di Magetan Ikut Berubah
Pertimbangannya, waktu pelaksanaan dalam tahun anggaran 2026 yang terbatas.
“Prediksi kemungkinan Mei bisa terlaksana,” katanya.
Di sisi lain, pemeliharaan rutin tetap dilakukan.
Namun, masih terbatas pada penambalan jalan berlubang dengan memanfaatkan sisa material tahun sebelumnya.
“Untuk pemeliharaan rutin masih bisa memanfaatkan stok sisa material,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto