Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

PG Rejo Agung Baru Madiun Mulai Giling 2026, Target 75 Ribu Ton Gula

Hengky Ristanto • Selasa, 5 Mei 2026 | 19:54 WIB
Peresmian buka giling PG Rejo Agung Baru 2026 dihadiri jajaran direksi, komisaris, dan Plt Wali Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Peresmian buka giling PG Rejo Agung Baru 2026 dihadiri jajaran direksi, komisaris, dan Plt Wali Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – PG Rejo Agung Baru resmi memulai musim giling 2026 dengan target ambisius.

Serapan tebu dipatok satu juta ton dengan produksi gula mencapai 75 ribu ton.

General Manager PG Rejo Agung Baru, Immam Nur Slamet, optimistis capaian tersebut dapat diraih.

Tahun lalu, produksi tercatat 950 ribu ton tebu dengan 72 ribu ton gula.

“Tahun ini kami targetkan satu juta ton tebu dengan produksi 75 ribu ton gula,” ujarnya, Selasa (5/5).

Baca Juga: PG Rejo Agung Baru Bagikan 375 Sembako, Target Produksi 60 Ribu Ton Gula

Selain fokus pada peningkatan produksi, perusahaan juga menekankan pelayanan kepada petani tebu.

Salah satunya melalui kepastian pembayaran hasil yang lebih tepat waktu.

“Komitmen kami pencairan tepat waktu sesuai harapan petani. Tahun lalu juga sudah berjalan lancar,” jelasnya.

Immam menilai peningkatan kinerja tersebut diharapkan berdampak pada kesejahteraan petani, karyawan, hingga masyarakat sekitar.

Di sisi lain, PG Rejo Agung Baru mulai menata aset untuk mendukung pengembangan kawasan.

Baca Juga: PG Rejo Agung Baru Pecahkan Rekor Giling 2025, Wali Kota Madiun Beri Apresiasi
Revitalisasi rumah dinas di sepanjang Jalan Yos Sudarso dilakukan sebagai bagian dari penguatan konsep wisata heritage.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemkot dan tentu mendukung program pengembangan kawasan heritage,” tambahnya.

Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, berharap target produksi dapat tercapai dengan tetap menjaga kualitas hasil giling.

Ia juga menyoroti peran PG Rejo Agung Baru dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

“PG Rejo Agung Baru kini menjadi sahabat petani, terutama dengan sistem pembayaran dan harga yang lebih stabil,” ujarnya.

Baca Juga: IPAL SPPG Pacitan Bermasalah, Terancam Disanksi BGN

Bagus menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan, termasuk penerapan teknologi ramah lingkungan dalam proses produksi.

Menurutnya, keberadaan PG Rejo Agung Baru memiliki dampak ekonomi besar bagi Kota Madiun.

Industri gula tersebut bahkan telah berdiri sebelum kota terbentuk dan tetap eksis hingga kini.

“Dampak ekonominya sangat besar bagi Kota Madiun,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kegiatan sosial perusahaan yang rutin dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#giling tebu #wisata heritage #pg rejo agung baru #produksi gula #madiun