Jawa Pos Radar Madiun – F Bagus Panuntun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Perumda Air Minum Tirta Taman Sari, kemarin (8/5).
Didampingi Ketua DPRD Kota Madiun Armaya dan Sekda Soeko Dwi Handiarto, Bagus langsung menyoroti kondisi ruang pelayanan yang dinilai semrawut.
Tumpukan barang dan dokumen yang tidak tertata membuat orang nomor satu di Pemkot Madiun itu geram.
“Ini semua ditaruh sembarangan. Saya tadi tanya yang jaga siapa, kok bisa berantakan seperti ini,” tegas Bagus di hadapan Direktur Utama PDAM Tirta Taman Sari, Suyoto.
Tak hanya kondisi ruangan, Bagus juga menyoroti standar operasional prosedur (SOP) pelayanan yang dinilai belum berjalan maksimal.
Menurut dia, pelayanan publik di lingkungan badan usaha milik daerah (BUMD) seharusnya dilakukan lebih tertib dan profesional.
“Pelayanan itu harus punya SOP yang jelas. Sebelum dan sesudah melayani masyarakat harus ada standar,” katanya.
Dalam sidak tersebut, pemkot juga memberikan sejumlah catatan evaluasi terhadap kinerja PDAM Tirta Taman Sari.
Bagus meminta pembenahan segera dilakukan, terutama menjelang berakhirnya masa jabatan direksi saat ini.
“Kami ingin memastikan pelayanan di BUMD berjalan baik. Ada beberapa catatan yang harus segera dibenahi,” ujarnya.
Disinggung soal pengisian jabatan direksi PDAM ke depan, Bagus memastikan proses seleksi akan dilakukan secara terbuka sesuai aturan yang berlaku.
“Pemilihan direksi nanti sesuai aturan dan terbuka,” tegasnya.
Diketahui, Suyoto menjabat Direktur Utama PDAM Tirta Taman Sari sejak Juli 2021 bersama Direktur Administrasi dan Keuangan Hery Sulistyono.
Namun hingga kini, Pemkot Madiun belum memastikan jadwal seleksi direksi baru. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto