MAKKAH – Persiapan menghadapi puncak ibadah haji mulai dimatangkan.
Ketua Kloter SUB 22, Zainal Arifin, mengikuti survei jalur jalan kaki dari Hotel Rabiyat Al-Hijaz menuju Jamarat, Jumat (8/5), atas arahan petugas PPIH Arab Saudi.
Survei dilakukan untuk memetakan medan, jarak tempuh, hingga titik rawan yang akan dilalui calon jemaah haji (CJH) saat fase Armuzna nanti.
Jarak dari hotel menuju Jamarat diperkirakan mencapai 2,5 hingga 3 kilometer.
“Survei ini untuk mengetahui lokasi, medan dan jarak tempuh menuju Jamarat,” ujar Zainal, Sabtu (9/5).
Menurut dia, dari sejumlah opsi layanan yang ditawarkan kepada jemaah, mayoritas CJH Kloter SUB 22 memilih tetap bermalam di Mina dibanding menggunakan skema tanazul.
“Boleh tanazul tetapi mandiri, artinya konsumsi mandiri. Karena semua konsumsi disiapkan di Mina,” katanya.
Sementara itu, aktivitas ibadah jemaah kini mulai diisi dengan umrah sunnah.
Namun, petugas mengimbau jemaah tidak mengambil miqat terlalu jauh demi menjaga kondisi fisik dan mengurangi risiko kelelahan selama berada di Tanah Suci.
Sebelumnya, rombongan CJH asal Kota Madiun yang tergabung dalam Kloter SUB 22 telah tiba di Makkah dan menjalani rangkaian ibadah umrah wajib.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lansia dan risiko tinggi (risti).
Petugas haji Indonesia menyiapkan buggy atau mobil golf untuk membantu proses miqat di Masjid Bir Ali.
“Ada petugas haji Indonesia yang memfasilitasi jemaah lansia naik mobil golf,” jelas Zainal. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto