Jawa Pos Radar Madiun – Tingkat hunian kamar hotel di Kota Madiun terus menunjukkan tren kenaikan sepanjang triwulan pertama 2026.
Namun, di balik meningkatnya jumlah tamu, rata-rata lama menginap justru mengalami penurunan.
Data Badan Pusat Statistik Kota Madiun mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) Januari sebesar 37,97 persen, Februari 39,23 persen, dan Maret naik menjadi 40,47 persen.
Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz mengatakan, kenaikan TPK pada Maret dipengaruhi momentum Ramadan dan Idul Fitri yang mendorong aktivitas wisata maupun perjalanan masyarakat.
“Ini merupakan momen yang bagus karena bertepatan dengan puasa dan Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya, kemarin (17/5).
Menurut Aziz, kenaikan terjadi baik pada hotel berbintang maupun nonbintang.
TPK hotel berbintang pada Maret tercatat 55,87 persen atau naik 0,75 poin dibanding Februari sebesar 55,11 persen.
Sedangkan hotel nonbintang dan akomodasi lainnya naik dari 26,38 persen menjadi 28,02 persen.
Jumlah tamu hotel berbintang selama Maret mencapai 21.826 orang.
Sementara tamu hotel nonbintang tercatat sebanyak 13.448 orang.
“Secara keseluruhan, jumlah tamu hotel di Kota Madiun meningkat 187 orang dibanding bulan sebelumnya,” katanya.
Namun di sisi lain, rata-rata lama menginap tamu hotel mengalami penurunan.
Rata-rata lama menginap tamu asing di hotel berbintang turun dari 1,83 malam pada Februari menjadi 1,23 malam di Maret.
Sedangkan tamu nusantara turun dari 1,38 malam menjadi 1,32 malam.
“Jumlah tamu meningkat, tapi rata-rata lama menginap memang turun,” ungkap Aziz.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Madiun untuk menciptakan lebih banyak daya tarik wisata dan aktivitas pendukung agar wisatawan betah tinggal lebih lama di Kota Pendekar.
“Supaya rata-rata lama menginapnya bisa lebih panjang dan bagus untuk iklim akomodasi,” tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto