Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ketimpangan Gender Kota Madiun Membaik, Jadi Terbaik di Jawa Timur

Erlita H • Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:15 WIB
Aktivitas masyarakat di Kota Madiun. BPS mencatat tingkat kesetaraan gender di Kota Pendekar terus membaik pada 2025. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
Aktivitas masyarakat di Kota Madiun. BPS mencatat tingkat kesetaraan gender di Kota Pendekar terus membaik pada 2025. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Ketimpangan gender di Kota Madiun terus menunjukkan tren positif.

Bahkan, Kota Pendekar kini tercatat sebagai daerah dengan tingkat kesetaraan gender terbaik di Jawa Timur.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat Indeks Ketimpangan Gender (IKG) tahun 2025 berada di angka 0,092.

Angka tersebut turun dibanding tahun sebelumnya yang berada di level 0,093.

Semakin mendekati nol, maka tingkat kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dinilai semakin kecil.

Capaian tersebut juga jauh lebih baik dibanding rata-rata Provinsi Jawa Timur yang masih berada di angka 0,329.

Statistisi Ahli Muda Badan Pusat Statistik Kota Madiun Retno Dwi Ariesanty mengatakan penurunan IKG dipengaruhi membaiknya dimensi kesehatan reproduksi.

“Kesetaraan gender di Kota Madiun semakin bagus. Tidak ada ketimpangan antara perempuan dan laki-laki,” ujarnya, Sabtu (22/5).

Dalam dimensi kesehatan reproduksi, proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang melahirkan tanpa fasilitas kesehatan tercatat nol persen.

Selain itu, angka perempuan yang melahirkan pertama kali di usia kurang dari 20 tahun juga terus menurun.

Di sisi lain, pada dimensi pemberdayaan, keterwakilan perempuan di legislatif masih berada di angka 20 persen. Sedangkan laki-laki mendominasi sebesar 80 persen.

Untuk tingkat pendidikan minimal SMA, laki-laki tercatat sebesar 74,46 persen dan perempuan 67,91 persen.

Sementara pada dimensi pasar tenaga kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) laki-laki mencapai 80,39 persen dan perempuan 62,59 persen.

Meski demikian, BPS mencatat selisih partisipasi antara laki-laki dan perempuan terus mengecil dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau dari TPAK antara laki-laki dan perempuan sama-sama alami kenaikan,” kata Retno.

BPS mencatat tren ketimpangan gender di Kota Madiun sejak 2020 hingga 2025 cenderung membaik meski sempat mengalami fluktuasi. Bahkan, IKG tahun 2025 turun 0,181 poin dibanding 2020.

Namun demikian, sektor pendidikan dinilai masih menjadi pekerjaan rumah utama, terutama dalam meningkatkan kesempatan perempuan menempuh pendidikan tinggi.

“Perlu ditambah kesempatan perempuan untuk menempuh pendidikan tinggi,” pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#IKG Kota Madiun #kesetaraan gender #jawa timur #BPS Kota Madiun #perempuan