48 Petugas Keswan Disiagakan di Kota Madiun, Temukan Sapi Terpapar Cacing Hati

Erlita H • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 00:30 WIB
Petugas DKPP Kota Madiun memeriksa organ hewan kurban untuk memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat saat Iduladha. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
Petugas DKPP Kota Madiun memeriksa organ hewan kurban untuk memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat saat Iduladha. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 48 petugas pemeriksa kesehatan hewan (keswan) diterjunkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun selama pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah.

Petugas disebar ke 27 kelurahan dan lebih dari 100 titik penyembelihan guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan daging aman dikonsumsi masyarakat.

DKPP memperkirakan konsumsi daging sapi di Kota Madiun selama momentum Iduladha mencapai sekitar 751 kilogram per hari.

“Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan antemortem dan postmortem terhadap hewan kurban sebelum maupun sesudah penyembelihan,” kata Kabid Pertanian DKPP Kota Madiun Wahyu Niken Febrianti kemarin (27/5).

Menurut Niken, petugas yang diterjunkan terdiri dari dokter hewan dan paramedik veteriner.

Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pada organ dalam seperti hati, limpa, dan ginjal untuk memastikan kelayakan konsumsi.

“Jeroan seperti hati, limpa, dan ginjal diperiksa untuk memastikan layak konsumsi,” ujarnya.

Selama pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah kasus fascioliasis atau cacing hati pada organ sapi kurban. Selain itu, ditemukan pula tanda penyembuhan pneumonia pada paru-paru hewan.

Organ yang terindikasi penyakit langsung dipisahkan agar tidak dibagikan kepada masyarakat.

Dalam kondisi tertentu, organ yang mengalami kerusakan juga dimusnahkan langsung di lokasi penyembelihan.

Untuk memperkuat pengawasan, DKPP menggandeng Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Wilayah V Jawa Timur dengan tambahan 24 dokter hewan dan 24 paramedik.

Selain pemeriksaan kesehatan hewan, DKPP juga mengingatkan masyarakat mengenai cara penyimpanan daging kurban yang benar agar tidak mudah terkontaminasi bakteri.

“Daging sebaiknya tidak langsung dicuci maupun dibekukan,” kata Niken. 

Editor : Hengky Ristanto
Iduladha 1447 H dkpp kota madiun dokter hewan hewan kurban cacing hati