Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung pada paruh kedua tahun ini.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiagakan 1.071 unit pompa pertanian guna menjaga ketersediaan air di lahan sawah.
Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun Wahyu Niken Febrianti mengatakan, peralatan yang disiapkan terdiri atas pompa air, pompa sibel, dinamo, hingga mesin diesel yang dapat digunakan petani ketika debit air mulai berkurang.
“Puncak kemarau diperkirakan terjadi Agustus hingga September, bertepatan dengan musim tanam kedua,” ujarnya, Selasa (2/6).
Menurut Niken, keberadaan pompa menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga produktivitas pertanian saat pasokan air dari sumber alami mulai menurun.
Selain mengandalkan pompa, DKPP juga mengoptimalkan pemanfaatan embung dan jaringan irigasi yang tersedia.
Salah satunya Embung Pilangbango yang selama ini menjadi sumber air utama bagi sejumlah kawasan pertanian di Kota Madiun.
Meski sebagian besar petani telah memiliki sumur pantek secara mandiri, pihaknya tetap melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau.
Langkah tersebut dinilai penting karena fenomena El Nino berpotensi menurunkan muka air tanah sehingga kemampuan pompa untuk menjangkau sumber air menjadi terbatas.
Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian khusus berada di wilayah timur Pilangbango hingga kawasan Sogaten, Oro-Oro Ombo, dan Ngegong.
Kendati demikian, petani di wilayah tersebut masih memiliki sumber air alternatif dari sumur pantek yang selama ini dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan irigasi.
“Kami terus melakukan pemetaan agar langkah antisipasi bisa dilakukan lebih cepat jika terjadi kekeringan,” tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto