Jawa Pos Radar Madiun – Pertumbuhan jumlah kendaraan yang terus meningkat mulai menjadi perhatian serius Pemkot Madiun.
Untuk mengantisipasi potensi kemacetan di masa depan, pemerintah kota menggandeng Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal menyusun kajian transportasi publik jangka panjang.
Kajian tersebut tidak hanya memetakan kebutuhan transportasi saat ini, tetapi juga menyiapkan arah pengembangan sistem mobilitas Kota Madiun hingga tahun 2045.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat yang dipicu pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.
“Transportasi di Kota Madiun meningkat cukup drastis dalam empat tahun terakhir. Ini harus disiapkan solusinya sejak sekarang,” ujarnya usai menerima tim PKTJ di Balai Kota Madiun, kemarin (3/6).
Menurut Bagus, berbagai destinasi wisata baru yang terus dikembangkan berpotensi meningkatkan arus kunjungan ke Kota Pendekar.
Kondisi itu harus diimbangi dengan sistem transportasi yang mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan wisatawan secara berkelanjutan.
Karena itu, Pemkot belum ingin terburu-buru menentukan model transportasi yang akan diterapkan.
Seluruh kebijakan akan didasarkan pada hasil kajian komprehensif yang saat ini sedang disusun bersama PKTJ.
“Kami menunggu rekomendasi dari hasil kajian. Tidak hanya soal jenis kendaraannya, tetapi juga rekayasa lalu lintas, pola pelayanan hingga skema pembiayaannya,” jelasnya.
Kajian tersebut akan menginventarisasi kondisi transportasi eksisting sekaligus memproyeksikan kebutuhan mobilitas masyarakat dalam lima tahun, sepuluh tahun, hingga dua dekade mendatang.
Selain memotret kebutuhan transportasi publik, tim kajian juga akan menelaah pola pergerakan masyarakat, titik-titik kepadatan lalu lintas, hingga kawasan yang diperkirakan berkembang menjadi pusat aktivitas baru.
Bagus menegaskan, tujuan utama pengembangan transportasi publik bukan sekadar mengurangi kemacetan.
Lebih dari itu, pemerintah ingin menghadirkan sistem mobilitas yang mampu memudahkan masyarakat menjangkau tempat kerja, pusat perdagangan, fasilitas pendidikan, hingga destinasi wisata tanpa bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi.
Dengan sistem transportasi yang terintegrasi, diharapkan kualitas mobilitas warga meningkat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Harapannya masyarakat merasa aman, nyaman, murah, dan transportasi publik bisa menjadi solusi mobilitas Kota Madiun ke depan,” tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto