Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tangis Haru Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kota Madiun, Satu Wafat di Tanah Suci

Erlita H • Minggu, 7 Juni 2026 | 19:30 WIB
Suasana haru mewarnai penyambutan jemaah haji Kota Madiun di Wisma Haji Madiun. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
Suasana haru mewarnai penyambutan jemaah haji Kota Madiun di Wisma Haji Madiun. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Isak tangis dan pelukan hangat mewarnai kepulangan jemaah haji Kota Madiun di Wisma Haji Madiun, Minggu dini hari (7/6).

Sebanyak 225 jemaah tiba dengan selamat setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Namun, kepulangan tahun ini juga menyisakan duka.

Dari total 227 jemaah yang berangkat, satu jemaah meninggal dunia di Makkah dan satu lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi.

Rombongan jemaah tiba menggunakan lima bus dan dua ambulans setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi melalui Embarkasi Surabaya.

Jemaah yang wafat adalah H. Djurianto. Almarhum meninggal dunia setelah menunaikan tawaf ifadah di Makkah.

Sementara itu, seorang jemaah lainnya, Jetty Trisnogati, warga Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Amir Abbas, Jeddah.

Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Madiun Datik Ardiyah mengatakan secara umum kondisi jemaah yang telah tiba di tanah air dalam keadaan sehat.

“Alhamdulillah seluruh jemaah yang pulang dalam kondisi sehat dan tidak ada yang harus dirawat,” ujarnya.

Menurut Datik, proses kedatangan berlangsung lebih cepat karena pemeriksaan kesehatan dan administrasi di Embarkasi Surabaya telah menggunakan sistem digital.

Di sisi lain, pihaknya terus memantau perkembangan kesehatan Jetty Trisnogati yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi.

Datik menjelaskan kondisi Jetty mulai menunjukkan perkembangan positif.

Meski belum diperbolehkan pulang, yang bersangkutan sudah dapat berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.

“Kami mohon doa masyarakat agar Bu Jetty segera sembuh dan bisa dipulangkan pada kloter berikutnya,” katanya.

Kebahagiaan juga dirasakan para jemaah yang akhirnya berhasil menuntaskan rukun Islam kelima setelah menunggu bertahun-tahun.

Salah satunya Jatmiko, 65, warga Kelurahan Manisrejo.

Dia mengaku bersyukur karena penantian selama 14 tahun sejak mendaftar haji pada 2012 akhirnya terwujud.

“Alhamdulillah sudah bisa berangkat dan menuntaskan ibadah haji,” tuturnya.

Menurut Jatmiko, tantangan terbesar selama menjalankan ibadah haji adalah menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas ekstrem yang melanda Arab Saudi.

Karena itu, dia memilih memprioritaskan pelaksanaan ibadah wajib dan mengurangi aktivitas sunnah agar stamina tetap terjaga saat menjalani puncak ibadah di Armuzna.

Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun yang hadir langsung dalam penyambutan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya H. Djurianto serta mendoakan kesembuhan Jetty Trisnogati.

“Selamat datang kembali di Kota Madiun. Semoga seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan membawa nilai-nilai kebaikan untuk masyarakat,” ujarnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#jemaah haji Kota Madiun #wisma haji madiun #Haji 2026 #kemenhaj kota madiun #jemaah haji