Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

30 Perkutut Katuranggan Dijamas Saat 1 Suro, Disiapkan Jadi Wisata Budaya Kota Madiun

Erlita H • Selasa, 16 Juni 2026 | 19:02 WIB
Puluhan burung perkutut katuranggan menjalani ritual jamasan menggunakan air kembang setaman saat peringatan 1 Suro di Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Puluhan burung perkutut katuranggan menjalani ritual jamasan menggunakan air kembang setaman saat peringatan 1 Suro di Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Tradisi jamasan burung perkutut yang digelar komunitas Pecintut (Pecinta Perkutut) Kota Madiun saat peringatan 1 Suro terus berkembang.

Setelah memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, kegiatan tersebut diproyeksikan menjadi agenda budaya tahunan yang lebih besar dan berpotensi menarik wisatawan dari luar daerah.

Ketua Pecintut Kota Madiun Iwan Yudhi Atmoko mengatakan, pihaknya ingin Grebeg Suro Perkutut tidak hanya menjadi wadah silaturahmi para pecinta perkutut, tetapi juga sarana pelestarian budaya Jawa yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi.

“Harapannya kegiatan ini bisa terus berkembang dan menjadi agenda yang lebih besar,” ujarnya, Selasa (16/6).

Dalam kegiatan yang digelar di Jalan Makam Tentara, Kelurahan Taman tersebut, sebanyak 30 burung perkutut katuranggan menjalani ritual jamasan menggunakan air kembang setaman.

Prosesi tersebut dipercaya sebagai simbol penghormatan terhadap warisan budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Menurut Iwan, perkutut katuranggan memiliki makna khusus dalam budaya Jawa.

Karena itu, tradisi jamasan tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

“Karena itu, tradisi jamasan tidak sekadar ritual, tetapi juga bagian dari upaya menjaga warisan budaya leluhur,” terangnya.

Selain ritual jamasan, kegiatan juga diramaikan lomba perkutut yang diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah.

Tradisi jamasan perkutut diproyeksikan menjadi agenda budaya dan wisata tahunan yang lebih besar. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Tradisi jamasan perkutut diproyeksikan menjadi agenda budaya dan wisata tahunan yang lebih besar. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Acara semakin semarak dengan pemotongan tumpeng dan pelepasan sejumlah burung perkutut ke alam bebas sebagai simbol pelestarian lingkungan.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengapresiasi inisiatif komunitas dalam menjaga tradisi lokal.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi atraksi budaya yang mampu mendatangkan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Pemkot mendukung seluruh kegiatan positif yang digagas masyarakat di Kota Madiun,” katanya.

Bagus menilai, apabila dikemas lebih matang dan terintegrasi dengan kegiatan pendukung lainnya, tradisi jamasan perkutut dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Mulai sektor kuliner, perdagangan, parkir, hingga usaha mikro yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

“Ke depannya, konsep acara akan dirancang agar tidak hanya bersifat seremonial,” jelasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Perkutut Katuranggan #Jamasan Perkutut #Grebeg Suro Madiun #Pecintut Kota Madiun #wisata budaya madiun