Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lewat Bedah Buku, PDIP Kota Madiun Ajak Kader Menghidupkan Semangat Trisakti Bung Karno

Erlita H • Minggu, 21 Juni 2026 | 14:44 WIB
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Sutardi saat kegiatan Bulan Bung Karno. ERLITA HERMININGSIH/RADAR MADIUN
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Sutardi saat kegiatan Bulan Bung Karno. ERLITA HERMININGSIH/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – DPC PDI Perjuangan Kota Madiun memanfaatkan peringatan Bulan Bung Karno untuk menghidupkan kembali pemikiran dan semangat perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Salah satu kegiatan yang digelar adalah bedah buku yang membahas konsep Trisakti dan relevansinya terhadap kondisi bangsa saat ini.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno yang dilaksanakan sepanjang Juni 2026.

Dari total tujuh agenda yang disiapkan partai, bedah buku diposisikan sebagai ruang refleksi bagi kader untuk memahami kembali gagasan-gagasan Bung Karno yang menjadi fondasi perjuangan partai.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Sutardi mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mengingatkan kembali kader terhadap pemikiran Bung Karno saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sekaligus memperkuat pemahaman mengenai nilai-nilai Pancasila dan Trisakti.

"Tujuannya untuk mengingatkan kembali pemikiran-pemikiran Bung Karno saat memperjuangkan kemerdekaan sekaligus menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila dan Trisakti," ujarnya, Sabtu (20/6).

Menurut Sutardi, konsep Trisakti yang digagas Bung Karno masih sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam pembangunan bangsa.

Tiga pilar utama yang terkandung di dalamnya, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diwujudkan bersama.

Dia menilai cita-cita kedaulatan politik belum sepenuhnya tercapai.

Karena itu, berbagai kebijakan dan penegakan hukum harus benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat tanpa dipengaruhi kepentingan kelompok tertentu.

"Pertanyaannya sekarang, apakah kita sudah benar-benar berdaulat dalam bidang politik? Itu yang harus terus menjadi bahan refleksi bersama," katanya.

Di sektor ekonomi, tantangan yang dihadapi tidak kalah besar.

Sutardi menilai Indonesia masih perlu memperkuat kemandirian ekonomi agar tidak terlalu bergantung pada pihak lain.

"Apakah ekonomi kita sudah benar-benar berdaulat atau masih bergantung kepada pihak lain? Itu menjadi PR bersama," tegasnya.

Selain mengingatkan kembali pemikiran Bung Karno, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat komitmen kader untuk tetap dekat dengan masyarakat.

Sutardi mengatakan pesan yang selalu disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, adalah pentingnya kader turun langsung ke tengah masyarakat guna memahami persoalan yang dihadapi rakyat.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari jati diri partai yang sejak awal lahir untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil.

"Ibu Ketua Umum selalu mengingatkan agar kader turun ke bawah, mendengar kesulitan dan harapan rakyat. Karena PDI Perjuangan memang lahir untuk membela wong cilik," pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Trisakti #PDIP Kota Madiun #kota madiun #Bulan Bung Karno #megawati soekarnopuri