Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan ribu anggota dan simpatisan memadati Lapangan Winongo, Kota Madiun, Minggu (28/6), dalam peringatan Suran Agung ke-123 Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHW TM).
Kegiatan berlangsung tertib dengan mengusung semangat persaudaraan serta komitmen menjaga kondusivitas Kota Pendekar.
Peringatan bertema "Meneguhkan Kesucian dan Kebenaran, Merawat Perdamaian, Menguatkan Persaudaraan dan Persatuan untuk Kesejahteraan Bersama" tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, jajaran Forkopimda, Plt Wali Kota Madiun, Bupati Madiun, pimpinan perguruan pencak silat, serta ribuan warga PSHW TM dari berbagai daerah.
Ketua Panitia Suran Agung ke-123 PSHW TM, Erdika Guntur Arya Wicaksana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan maupun penyelenggaraan kegiatan.
Menurutnya, keselamatan peserta dan kondusivitas daerah menjadi prioritas utama selama rangkaian acara berlangsung.
"Keselamatan adalah hal yang utama. Kami berharap Suran Agung tahun ini berlangsung dengan zero incident sehingga situasi kamtibmas di Kota Madiun tetap kondusif," ujarnya.
Erdika menilai usia PSHW TM yang telah mencapai 123 tahun menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai Setia Hati sekaligus membangun karakter generasi muda.
Dia juga mengajak seluruh warga menjaga nama baik organisasi dengan terus mengedepankan sikap santun dan persaudaraan.
Pengasuh PSHW TM, H.R. Agus Wijono Santoso, mengatakan Suran Agung tahun ini bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sehingga menjadi momentum memperkuat keimanan sekaligus mengenang ajaran pendiri Setia Hati, Ki Ngabehi Soerodiwiryo.
Menurutnya, pencak silat tidak hanya membentuk kemampuan fisik, tetapi juga menanamkan akhlak, budi pekerti, serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Setia Hati mengajarkan olah raga sekaligus olah batin untuk mencapai keluhuran budi dan kesempurnaan hidup," katanya.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menilai Suran Agung menjadi momentum memperkuat nilai persaudaraan di tengah keberagaman perguruan pencak silat di Kota Pendekar.
Dia berharap seluruh warga PSHW TM terus menjaga kerukunan serta bersama-sama menciptakan Kota Madiun yang aman, damai, dan sejahtera.
"Persaudaraan sejati adalah kemampuan menghormati perbedaan dan menjaga kerukunan. Saya berharap seluruh warga PSHW TM terus menjaga nama baik organisasi serta bersama-sama mewujudkan Kota Madiun yang aman, maju, dan sejahtera," tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto