Jawa Pos Radar Madiun – Kaburnya seorang narapidana berinisial Y dari Lapas Kelas I Madiun memicu evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur turun tangan menyelidiki dugaan kelalaian petugas dalam insiden tersebut.
Meski narapidana tersebut telah berhasil ditangkap kembali di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, peristiwa itu menjadi perhatian serius karena diduga berkaitan dengan lemahnya pengawasan di dalam lapas.
Staf Pengamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Jawa Timur Hendra mengatakan, tim telah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus memeriksa sejumlah petugas dan warga binaan.
"Kami telah melakukan pengecekan dan melaksanakan olah TKP terkait kejadian pelarian di lapas tersebut," ujarnya, kemarin (8/7).
Menurut Hendra, narapidana yang sempat melarikan diri kini telah diamankan kembali dan ditempatkan di ruang tahanan dengan pengamanan lebih ketat.
"Warga binaan tersebut sudah tertangkap semalam," katanya.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan Y diduga keluar dari lapas dengan bersembunyi di kolong truk logistik pengangkut beras yang meninggalkan area lapas.
Meski demikian, Kanwil Ditjenpas Jawa Timur masih mendalami kronologi lengkap pelarian tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya kelalaian dalam penerapan prosedur pengamanan.
"Pemeriksaan terkait dugaan adanya kelalaian petugas masih terus berlangsung," tegas Hendra. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto