Jawa Pos Radar Madiun - Optimalisasi kualitas ruang publik dan fasilitas penunjang kesehatan anak berkebutuhan khusus menuntut adanya pembaharuan infrastruktur secara berkala.
Penerapan ilmu arsitektur modern yang berorientasi pada kenyamanan termal dinilai mampu menstimulasi perkembangan motorik serta psikologis anak secara signifikan.
Langkah nyata dalam meningkatkan mutu fasilitas kesehatan anak ditunjukkan oleh jajaran akademisi Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Lektor (PkML) PNJ sukses menggelar program peremajaan fisik bangunan layanan terapi di Yayasan Family Care, Kota Madiun, Jawa Timur.
Agenda sosial yang didanai oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) PNJ ini berlangsung mulai tanggal 6 hingga 11 Juli 2026.
Fokus utama kegiatan diarahkan pada aspek peremajaan struktur bangunan serta analisis kinerja selubung bangunan demi mendongkrak tingkat kenyamanan termal.
Ketua Peneliti PNJ Tri Wulan Sari, S.Si., M.Si. menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Madiun didasarkan atas kebutuhan mendesak dari pihak mitra.
"Tema pengabdian kami adalah peremajaan bangunan layanan terapi berdasarkan SNI 03 6389:2020 agar lebih nyaman dan sehat untuk pengguna," ujarnya, Rabu (15/7).
Penerapan regulasi tata ruang yang ramah lingkungan selaras dengan maklumat presiden terkait penciptaan area pemukiman yang sehat.
Proyek renovasi ini juga dirancang demi mendukung suksesnya program kerja nasional gerakan "ASRI" (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo pada awal tahun.
Kolaborasi aktif dijalin bersama Ketua Yayasan Drajad Yuspri Santo, Amd. OT untuk memetakan titik kerusakan bangunan.
Secara teknis, tim PNJ melakukan perombakan besar pada struktur atap teras luar yang semula menggunakan bahan seng korosif diganti menjadi genteng tanah liat.
Selain itu, pintu akses utama diremajakan menggunakan material kayu jati berkualitas tinggi guna memperkuat sistem keamanan internal gedung dari potensi pembobolan.
Warna cat dinding luar juga diubah dari warna hijau gelap menjadi warna putih bersih guna menaikkan nilai pantulan cahaya (reflection colour).
"Kami berharap lingkungan terapi yang lebih baik dapat mendukung proses layanan terapi lebih maksimal dan nyaman," tambah Tri Wulan Sari merinci hasil renovasi.
Keterlibatan langsung talenta muda di lapangan memberikan ruang edukasi praktis sekaligus mempercepat proses pengerjaan konstruksi.
Dalam pelaksanaannya, Tri Wulan Sari dibantu oleh jajaran dosen Teknik Sipil PNJ lainnya seperti Dr. Linda Sari Wulandari, Rinawati, S.T., M.T., Dr. Dyah Nurwidyaningrum, dan Muchlishah, S.T., M.T.
Dua mahasiswa aktif, Wishnu Alvin Purboyo dan Najwa Nuzula Ramadhani, juga dilibatkan sebagai tim teknis administrasi lapangan.
Hasil kerja keras tersebut mendapat apresiasi tinggi dari perwakilan orang tua asuh Kurnia Pratiwi yang merasa ruang tunggu kini menjadi jauh lebih sejuk.
Pihak yayasan mengaku sangat terbantu karena kini para orang tua bisa menunggu proses terapi anak dengan kondisi batin yang lebih relaks.
Melalui keberhasilan program PkML ini, pihak Politeknik Negeri Jakarta berharap model selubung bangunan berbasis efisiensi energi ini dapat ditiru oleh daerah lain.
Langkah konkret ini diharapkan mampu berkontribusi nyata terhadap pencapaian target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada sektor kehidupan sehat dan permukiman inklusif. (*)
Editor : Mizan Ahsani