Jawa Pos Radar Madiun – Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 02 Taman, Kota Madiun, berlangsung berbeda dari kebanyakan sekolah.
Tahun ajaran 2026/2027, sekolah inklusi tersebut menerima enam peserta didik baru, dengan lima di antaranya merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK).
Meski jumlah peserta didik baru relatif sedikit, kegiatan MPLS tetap berlangsung hangat dan melibatkan seluruh siswa dari kelas I hingga kelas VI sebagai bagian dari proses adaptasi di lingkungan sekolah.
Wali Kelas I SDN 02 Taman Ririn Setyowati mengatakan, jumlah siswa baru tahun ini disesuaikan dengan kemampuan sekolah dalam memberikan layanan pendidikan inklusif.
"Tahun ini kami menerima enam siswa. Penanganan siswa berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian lebih. Karena itu jumlah penerimaan juga disesuaikan agar layanan pembelajaran tetap optimal," ujarnya, kemarin (15/7).
Selama pelaksanaan MPLS, peserta didik baru diperkenalkan dengan lingkungan sekolah sekaligus dibekali berbagai materi pendidikan karakter.
Materi yang diberikan meliputi pendidikan antikorupsi, penggunaan gawai secara bijak, hingga pembiasaan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.
Ririn memastikan seluruh kegiatan berlangsung tertib dan mengedepankan suasana sekolah yang aman serta ramah bagi seluruh peserta didik.
"Anak-anak mengikuti kegiatan dengan tertib dan tidak ada bullying. Untuk siswa kelas I, sebagian besar masih didampingi orang tua maupun guru agar proses adaptasinya lebih mudah," katanya.
Pendampingan tidak hanya diberikan kepada siswa baru, tetapi juga kepada peserta didik berkebutuhan khusus di kelas II hingga kelas VI.
Meski belum memiliki Guru Pendamping Khusus (GPK), sekolah tetap mengoptimalkan layanan melalui kerja sama antara guru kelas dan orang tua.
"Selama ini, pendampingan dilakukan bersama orang tua, sementara guru kelas menyesuaikan proses pembelajaran dengan kondisi masing-masing peserta didik," jelas Ririn.
Menurut dia, kurikulum yang diterapkan di SDN 02 Taman tetap mengacu pada kurikulum sekolah reguler.
Perbedaannya terletak pada tingkat kesulitan materi yang disesuaikan dengan kemampuan setiap siswa.
"Tujuan pembelajarannya sama, hanya tingkat kesulitan materi yang disesuaikan dengan kompetensi setiap anak," tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto