Jawa Pos Radar Madiun – Program bantuan seragam gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP di Kota Madiun tetap berjalan pada tahun ajaran 2026/2027.
Pemkot Madiun telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,13 miliar, meski penyalurannya masih menunggu proses lelang selesai.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan kain seragam OSIS, Pramuka, beserta atributnya.
Bantuan akan diberikan kepada siswa baru di sekolah negeri maupun swasta.
"Bantuan seragam masih dalam proses lelang karena anggarannya sekitar Rp2,13 miliar," ujarnya, Kamis (16/7).
Bagus menjelaskan, proses pengadaan saat ini masih berada pada tahapan verifikasi, evaluasi, dan penawaran melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Karena itu, pemerintah kota belum dapat memastikan jadwal distribusi seragam kepada para penerima.
Menurutnya, proses lelang dilakukan secara cermat agar penyedia yang dipilih mampu memenuhi spesifikasi bahan sekaligus menawarkan harga yang sesuai ketentuan.
"Kami tidak ingin terburu-buru menetapkan pemenang. Semua masih diverifikasi agar kualitas bahan bagus dan harganya sesuai ketentuan," katanya.
Selain menyediakan kain seragam, Pemkot Madiun juga mengalokasikan bantuan biaya jahit sebesar Rp300 ribu untuk setiap siswa baru di SD dan SMP negeri.
Sementara itu, siswa baru di sekolah swasta tetap menerima bantuan berupa kain seragam, namun tanpa bantuan biaya jahit.
Program tersebut diharapkan mampu mengurangi beban pengeluaran orang tua pada awal tahun ajaran sekaligus memastikan seluruh peserta didik memiliki seragam yang layak untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.
"Kami berharap program ini dapat mengurangi beban pengeluaran orang tua pada awal tahun ajaran sekaligus memastikan seluruh peserta didik memiliki seragam yang layak saat mengikuti kegiatan belajar mengajar," jelas Bagus. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto