22 Tahun Berkarier di Dunia Modeling, Mareta Sumanti Tetap Bersinar di Catwalk

Erlita H • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 03:00 WIB
Mareta Sumanti memperagakan koleksi batik Kota Madiun dalam ajang Madiun Batik Heritage. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Mareta Sumanti memperagakan koleksi batik Kota Madiun dalam ajang Madiun Batik Heritage. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun - Bagi sebagian orang, berjalan di atas catwalk bisa menjadi pengalaman yang mendebarkan.

Namun, hal itu tak lagi dirasakan Mareta Sumanti. Setelah lebih dari dua dekade menekuni dunia modeling, perempuan asal Kota Madiun tersebut justru menjadikan panggung sebagai ruang untuk terus berkarya.

Pengalaman panjang itu kembali ia tunjukkan saat tampil dalam ajang Madiun Batik Heritage, Kamis (16/7).

Dengan penuh percaya diri, Mareta memperagakan koleksi batik yang memadukan kekayaan budaya lokal dengan sentuhan busana modern.

Perempuan yang akrab disapa Reta itu mengungkapkan dirinya telah berkiprah sebagai model sejak 2004.

Selama 22 tahun menjalani profesi tersebut, rasa gugup saat tampil di hadapan banyak orang perlahan menghilang.

Menurutnya, pengalaman menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan diri.

Namun, ia juga selalu membiasakan diri memberikan sugesti positif sebelum naik ke panggung.

''Kalau nervous sudah tidak lagi karena sudah sering tampil. Kuncinya memberi afirmasi positif kepada diri sendiri bahwa kita pasti bisa,'' ujarnya, kemarin (19/7).

Pada gelaran Madiun Batik Heritage, Reta tampil membawakan dua busana batik karya Batik Murni yang berkolaborasi dengan desainer Thomas Hanief.

Koleksi tersebut mengusung konsep ready to wear dengan gaya kasual, tetapi tetap menonjolkan karakter khas batik Kota Madiun.

Penampilan itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan batik lokal kepada masyarakat melalui dunia fesyen.

Selain dikenal sebagai model, Mareta juga menjalani berbagai profesi lain di dunia kreatif dan kebugaran.

Di antaranya, model profesional, Master of Ceremony (MC), endorser, instruktur senam, dan pelatih modeling.

Meski memiliki banyak aktivitas, perempuan berusia 41 tahun itu mengaku selalu mengatur jadwal dengan disiplin agar seluruh pekerjaannya dapat berjalan seimbang.

Menurut Mareta, mempertahankan eksistensi di industri modeling tidak cukup hanya mengandalkan penampilan.

Menjaga kebugaran tubuh, merawat diri, serta terus meningkatkan kemampuan menjadi faktor penting agar tetap relevan di tengah perkembangan dunia fesyen.

Ia juga mengajak generasi muda untuk berani mengejar impian dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.

''Yang paling penting adalah percaya pada diri sendiri dan terus berkembang untuk meraih apa yang dicita-citakan,'' pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
Batik Kota Madiun Madiun Batik Heritage Mareta Sumanti fashion indonesia Model Madiun