BMKG Peringatkan Madiun Raya Masuki Fase Kritis Kemarau, Suhu Siang Capai 34 Derajat

Erlita H • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 03:45 WIB
Pohon-pohon di sejumlah ruas jalan protokol Kota Madiun mulai meranggas akibat cuaca kering selama musim kemarau yang semakin ekstrem. BAGAS BIMAMTARA/RADAR MADIUN
Pohon-pohon di sejumlah ruas jalan protokol Kota Madiun mulai meranggas akibat cuaca kering selama musim kemarau yang semakin ekstrem. BAGAS BIMAMTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun - Musim kemarau di Madiun Raya semakin menunjukkan dampaknya.

Langit cerah tanpa hujan membuat suhu udara terus meningkat pada siang hari, sementara malam terasa lebih dingin disertai embusan angin.

Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas, paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi, angin kencang, hingga meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika Nganjuk Setiyaris menjelaskan, cuaca di wilayah Madiun Raya dalam tiga hari ke depan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan.

Baca Juga: Banyak SD Negeri di Kota Madiun Kekurangan Murid, DPRD Siapkan Evaluasi SPMB 2026/2027

Menurutnya, situasi tersebut dipengaruhi dominasi angin monsun Australia yang membawa massa udara kering ke wilayah Indonesia.

Kondisi atmosfer yang stabil membuat pembentukan awan hujan menjadi semakin sulit.

''Secara umum cuaca tiga hari ke depan di wilayah Madiun Raya didominasi cerah hingga cerah berawan,'' ujarnya, kemarin (19/7).

Selain angin monsun Australia, BMKG juga mencatat fenomena El Nino masih memberikan pengaruh terhadap kondisi cuaca di Indonesia.

Anomali suhu muka laut atau Sea Surface Temperature (SST) di wilayah Nino 3.4 tercatat mencapai lebih dari 1,88 derajat Celsius.

Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pasokan uap air ke Indonesia sehingga peluang terbentuknya hujan semakin kecil selama musim kemarau.

BMKG memperkirakan suhu udara pada siang hari berkisar antara 31 hingga 34 derajat Celsius.

Di saat yang sama, kelembapan udara turun hingga 40–50 persen, sehingga udara terasa lebih panas dan kering.

Sebaliknya, saat malam hari suhu diperkirakan turun menjadi 22–25 derajat Celsius, dengan kelembapan meningkat ke kisaran 65–75 persen.

Baca Juga: Dapur Masih Jadi Pemicu Utama, Kota Madiun Catat 12 Kebakaran Besar Sepanjang 2026

Perubahan ini membuat udara malam terasa lebih dingin dan berangin.

BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh selama cuaca panas berlangsung.

Konsumsi air putih yang cukup menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah dehidrasi.

Selain itu, masyarakat juga disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari karena indeks sinar ultraviolet berada pada kategori sangat tinggi hingga ekstrem.

''Kami mengimbau masyarakat memperbanyak konsumsi air putih, membatasi aktivitas di luar ruangan saat siang hari karena indeks UV berada pada kategori sangat tinggi hingga ekstrem,'' terang Setiyaris. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
cuaca madiun raya karhurla prakiraan cuaca musim kemarau bmkg