Jelang HUT RI, Proyek Pengaspalan Jalan di Kota Madiun Melaju di Atas Target

Erlita H • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 13:30 WIB
HOTMIX: Pekerja menyelesaikan pengaspalan di salah satu ruas jalan Kota Madiun. FOTO: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
HOTMIX: Pekerja menyelesaikan pengaspalan di salah satu ruas jalan Kota Madiun. FOTO: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun mempercepat proyek pemeliharaan berkala jalan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Sejumlah ruas strategis, terutama di kawasan Alun-Alun Madiun, menjadi prioritas agar siap digunakan untuk upacara dan rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Dwi Setyo Nugroho mengatakan, percepatan dilakukan atas arahan pimpinan agar seluruh akses di pusat kegiatan selesai tepat waktu.

"Atas arahan pimpinan, kawasan alun-alun kami dahulukan agar saat upacara maupun rangkaian kegiatan HUT RI nanti kondisi jalan, area baris-berbaris, dan kantong parkir sudah mulus serta nyaman digunakan," ujarnya, Selasa (4/8).

Hasil evaluasi pekan kelima menunjukkan seluruh paket pekerjaan mencatat deviasi positif.

Paket 1 telah mencapai progres 8,73 persen, atau surplus 6,44 persen dari target 2,30 persen.

Paket 2 menjadi yang tercepat dengan progres 55,27 persen, melampaui target sebesar 52,99 persen.

Sementara Paket 3 terealisasi 28,69 persen, atau lebih tinggi 9,55 persen dibanding target 19,14 persen.

Adapun Paket 4 mencapai progres 24,08 persen, atau surplus 21,81 persen dari target 2,27 persen.

"Progres pekan keenam diperkirakan lebih tinggi lagi karena masih ada pekerjaan yang berjalan. Laporannya menunggu seluruh pekerjaan selesai," katanya.

Meski pengaspalan di kawasan alun-alun hampir rampung, pengecatan marka jalan belum dilakukan.

Menurut Dwi, pekerjaan tersebut sengaja ditunda sekitar dua pekan agar lapisan aspal benar-benar matang sehingga marka jalan lebih awet.

"Aspal harus matang lebih dulu, baru marka dicat supaya hasilnya lebih tahan lama," jelasnya.

Dwi mengakui proyek sempat menghadapi sejumlah kendala, mulai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga keterlambatan pasokan aspal.

Namun, koordinasi dengan penyedia jasa terus dilakukan agar distribusi material tidak menghambat target penyelesaian.

"Dengan progres saat ini, kami optimistis seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal, bahkan berpeluang lebih cepat dari target," pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
pengaspalan jalan DPUPR Kota Madiun hut ri