TPA Winongo Madiun Terancam Penuh, LPMK Dilibatkan Kawal Pilah Sampah

Erlita H • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 11:05 WIB
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun berdiskusi dengan LPMK terkait program pilah sampah dari rumah untuk mengurangi beban TPA Winongo. Foto: Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun berdiskusi dengan LPMK terkait program pilah sampah dari rumah untuk mengurangi beban TPA Winongo. Foto: Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun

Jawa Pos Radar Madiun – Kapasitas TPA Winongo Kota Madiun semakin terbatas.

Pemkot Madiun pun melibatkan LPMK untuk mengawal program pilah sampah dari rumah bersama Pendekar Hijau.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, peran LPMK dibutuhkan untuk memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengurangi sampah dari sumbernya.

"Sekarang kami ingin melibatkan LPMK untuk membantu menjalankan program ini bersama kelurahan. Tidak hanya pilah sampah, tetapi juga program-program lainnya," ujarnya, Rabu (5/8).

Menurut Bagus, percepatan pengelolaan sampah penting dilakukan mengingat daya tampung TPA Winongo terus menurun.

Seluruh elemen masyarakat diharapkan ikut berperan agar pengurangan sampah bisa berjalan maksimal.

"LPMK kami harapkan bisa langsung melebur dengan teman-teman di kelurahan, ikut mengawasi sekaligus membantu pelaksanaan program," katanya.

Bagus menyebut, jika volume sampah tetap normal, kapasitas TPA Winongo diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar dua bulan.

Namun, usia operasional masih bisa diperpanjang apabila pengelolaan sampah dioptimalkan.

"Kalau kondisinya normal memang sekitar dua bulan. Tetapi kalau kita maksimalkan pengelolaannya, masih bisa lebih panjang," jelasnya.

Terkait kemungkinan pemberian insentif bagi LPMK yang terlibat, Pemkot Madiun masih melakukan kajian.

Pemerintah akan melihat aturan yang berlaku serta perkembangan pelaksanaan program di lapangan.

"Saya mengapresiasi teman-teman LPMK karena secara sukarela ingin membantu. Soal insentif nanti akan kami lihat sesuai aturan," tegas Bagus.

Sementara itu, bantuan operasional Rp 10 juta untuk setiap RT akan dievaluasi setelah program berjalan selama empat bulan.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengukur efektivitas program dan menentukan langkah penyempurnaan.

Pemkot Madiun juga belum berencana menggelar lomba kebersihan antar-RT.

Fokus utama saat ini adalah membangun kebiasaan masyarakat memilah sampah dari rumah.

"Saat ini fokus pemkot masih pada keberhasilan gerakan pilah sampah dari rumah sebagai budaya hidup bersih masyarakat itu sendiri," pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
pilah sampah kota madiun lpmk TPA Winongo Pemkot Madiun