18 Kebakaran Terjadi di Kota Madiun Selama Juli, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Erlita H • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 11:20 WIB
Petugas Damkar Kota Madiun memadamkan kebakaran lahan yang terjadi saat musim kemarau. Foto: Satpol PP dan Damkar Kota Madiun
Petugas Damkar Kota Madiun memadamkan kebakaran lahan yang terjadi saat musim kemarau. Foto: Satpol PP dan Damkar Kota Madiun

Jawa Pos Radar Madiun – Kebiasaan membakar sampah sembarangan menjadi penyebab utama meningkatnya kebakaran lahan di Kota Madiun.

Sepanjang Juli, Satpol PP dan Damkar Kota Madiun menangani 18 kejadian kebakaran dan potensi kebakaran.

Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Gamal Arfan Afandi mengatakan, sebagian besar kejadian dipicu api dari pembakaran sampah yang ditinggalkan hingga merambat ke lahan kering.

"Mayoritas dipicu masyarakat yang membakar sampah, kemudian ditinggalkan. Saat angin bertiup, api langsung merambat ke semak maupun lahan kosong," ujarnya, Kamis (6/8).

Menurut Gamal, kondisi cuaca kering selama musim kemarau membuat api lebih mudah membesar.

Angin kencang juga mempercepat penyebaran api ke area sekitar.

Sejumlah lokasi yang sempat mengalami kebakaran lahan di antaranya Jalan Basuki Rahmat, Jalan Maja/Cempedak, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Mayjend Sungkono, Jalan Kendali Sodo, dan kawasan Ring Road.

Memasuki awal Agustus, kebakaran serupa kembali terjadi di Jalan Keradenan, kawasan RTH Ngegrak, dan Jalan Pahlawan.

Selain kebakaran lahan, petugas juga menangani sejumlah kejadian lain seperti kebakaran ruang mesin cetak di Jalan Prajutan, panel listrik di Jalan Agus Salim, serta percikan kabel listrik yang mengenai ranting pohon di Jalan Serayu Timur VI.

Seluruh kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material karena api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke permukiman dan fasilitas umum.

"Kerugian material tidak ada. Dampaknya lebih kepada asap yang mengganggu kesehatan masyarakat. Tidak ada korban jiwa maupun bangunan yang terdampak," jelas Gamal.

Menghadapi puncak musim kemarau, Damkar Kota Madiun mengimbau masyarakat lebih waspada, terutama saat membakar sampah atau aktivitas yang berhubungan dengan api.

"Kalau membakar sampah, pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Angin kencang bisa membuat api menyebar dan memicu kebakaran di lokasi lain," pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
Damkar Kota Madiun kota madiun kebakaran musim kemarau