Bersih Desa Klegen di Kota Madiun Bangkit Lagi, 15 Gunungan Diarak

Erlita H • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 02:50 WIB
NGURI-NGURI BUDAYA: Masyarakat antusias mengikuti tradisi Bersih Desa Klegen yang kembali digelar setelah beberapa tahun vakum. (Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun)
NGURI-NGURI BUDAYA: Masyarakat antusias mengikuti tradisi Bersih Desa Klegen yang kembali digelar setelah beberapa tahun vakum. (Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun)

Jawa Pos Radar Madiun – Tradisi bersih desa di Kelurahan Klegen kembali menggeliat setelah beberapa tahun vakum.

Sebanyak 15 gunungan tumpeng dikirab warga dalam perayaan yang memadukan budaya lokal, semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan pemberdayaan UMKM.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa dan tasyakuran di Punden Mbah Suko, Sabtu malam (8/8).

Puncaknya berlangsung kemarin (9/8) dengan kirab gunungan yang melibatkan masyarakat dari 10 RW.

Lurah Klegen Yuni Wijayanto mengatakan, penggabungan tradisi bersih desa dengan perayaan kemerdekaan merupakan usulan masyarakat.

Konsep tersebut dipilih agar perayaan tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi.

Sebanyak 15 gunungan tumpeng dikirab menuju kawasan Pondok Lansia.

Selepas kirab, kemeriahan berlanjut dengan pentas seni yang menampilkan sejumlah kesenian tradisional.

’’Kami ingin nguri-nguri budaya, meramaikan Bumi Semendung, sekaligus mendorong UMKM agar semakin berkembang sehingga perekonomian masyarakat meningkat,’’ ujar Yanto.

Bersih desa sekaligus dimanfaatkan untuk mengenalkan potensi kawasan Bumi Semendung kepada masyarakat lebih luas.

Terlebih, Kelurahan Klegen tengah membawa nama Kota Madiun dalam Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari tingkat nasional.

Keterlibatan UMKM menjadi bagian penting dalam perayaan tersebut. Keramaian yang tercipta diharapkan membuka ruang promosi sekaligus memperluas pasar bagi produk-produk warga.

Yanto berharap penyelenggaraan bersih desa tahun depan dapat dikemas lebih semarak. Partisipasi masyarakat dan pelaku UMKM juga ditargetkan semakin luas.

’’Harapannya UMKM semakin dikenal, perekonomian masyarakat meningkat, dan jogging track semakin banyak dimanfaatkan warga,’’ katanya.

Camat Kartoharjo Yayak Muflihana Hanik mengapresiasi hidupnya kembali tradisi bersih desa di Klegen.

Menurut dia, menggabungkan kearifan lokal dengan perayaan kemerdekaan menjadi cara untuk merawat budaya sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

’’Event seperti ini sangat pas karena menggabungkan bersih desa dan HUT Kemerdekaan. Harapannya ada efek terhadap perekonomian karena UMKM juga terlibat di dalamnya,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
umkm kota madiun Bumi Semendung Kelurahan Klegen bersih desa