Jawa Pos Radar Madiun – Sembilan sekolah dasar (SD) di Kota Madiun mendapat suntikan anggaran rehabilitasi dari pemerintah pusat tahun ini.
Namun, sejauh ini baru dua proyek yang sudah berjalan, sedangkan tujuh lainnya masih menunggu penandatanganan kerja sama.
Dua sekolah yang lebih dulu menjalankan proyek tersebut adalah SDN Manguharjo dan SDN Ngegong.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengecek langsung progres pengerjaan di kedua sekolah tersebut, Selasa (11/8).
Di SDN Manguharjo, anggaran sekitar Rp 680 juta digunakan untuk merehabilitasi empat ruang kelas, satu toilet, serta satu perpustakaan.
Pengerjaan telah berlangsung sekitar dua bulan. Namun, progres proyek tercatat mengalami deviasi minus 0,89 persen dari target.
Pekerjaan di lokasi saat ini masih berkutat pada bagian struktur bangunan.
’’Ini sudah berjalan kurang lebih dua bulan. Tadi masih menyiapkan sarana struktur bangunannya,’’ ujar Bagus.
Kondisi berbeda terlihat pada proyek rehabilitasi SDN Ngegong. Pekerjaan senilai Rp 513,3 juta tersebut digunakan untuk memperbaiki empat ruang kelas.
Hingga pekan ketujuh, target pengerjaan tercatat 19,52 persen. Realisasinya justru lebih cepat dengan deviasi positif 1,82 persen.
Selain empat ruangan yang dibiayai pemerintah pusat, satu ruang kelas lainnya di SDN Ngegong akan direhabilitasi menggunakan APBD Kota Madiun.
Pengerjaan proyek membuat kegiatan belajar mengajar siswa kelas IV, V, dan VI harus dialihkan sementara.
Siswa kelas IV dan VI memanfaatkan ruang kegiatan lain di lingkungan sekolah, sedangkan kelas V belajar di perpustakaan.
Bagus memastikan pemkot akan kembali mengecek proyek ketika pengerjaan mendekati tahap akhir.
Pengawasan tidak hanya menyangkut ketepatan waktu, tetapi juga kualitas hasil rehabilitasi.
’’Nanti akan kami cek lagi saat mendekati finishing. Supaya bisa dilihat kualitas bangunan dan kebutuhan masing-masing siswa,’’ katanya.
Menurut Bagus, total sembilan SD memperoleh anggaran rehabilitasi setelah sebelumnya diusulkan Pemkot Madiun kepada pemerintah pusat.
’’Kami sudah mendapat surat bahwa sembilan sekolah yang diajukan mendapatkan anggaran rehab dari kemendikdasmen,’’ jelasnya.
Sementara itu, tujuh sekolah lainnya masih menunggu penandatanganan kerja sama sebelum proyek dapat dimulai.
Khusus SDN Manguharjo yang mengalami deviasi minus, Bagus meminta dinas pendidikan dan pelaksana proyek segera mengejar ketertinggalan.
Pekerjaan diwanti-wanti tidak melewati tenggat yang telah ditentukan.
’’Saya sudah sampaikan ke dinas, khususnya pelaksana proyek, untuk mengejar waktu. Jangan sampai terlambat dari waktu yang sudah ditentukan,’’ tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto