Jawa Pos Radar Madiun – Perubahan teknologi yang bergerak cepat ikut mengubah cara masyarakat mengonsumsi informasi.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi industri media massa untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan kekuatan produk jurnalistiknya.
Tantangan itulah yang dikupas mahasiswa dan dosen Universitas Darussalam (Unida) Gontor saat melakukan studi media di Jawa Pos Radar Madiun, Jumat (14/8).
Para mahasiswa mendapat gambaran langsung mengenai transformasi yang dilakukan Jawa Pos Radar Madiun dalam menghadapi perubahan perilaku pembaca.
Salah satunya melalui pengembangan berbagai kanal digital tanpa meninggalkan media cetak.
Wakil Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Madiun Mizan Ahsani mengatakan, perubahan lanskap media membuat perusahaan pers harus mampu hadir di berbagai platform yang digunakan masyarakat.
“Dari media cetak, Jawa Pos Radar Madiun beradaptasi dengan hadir di berbagai platform media sosial,” ujarnya.
Baca Juga: BYD Salip Honda di Daftar Mobil Terlaris Juli 2026, Toyota dan Daihatsu Nomor Berapa?
Digital First, Paper Better
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa Unida Gontor juga diajak memahami strategi Jawa Pos Radar Madiun dalam menempatkan koran dan kanal digital sebagai dua produk yang saling melengkapi.
Strategi tersebut dijalankan melalui prinsip digital first, paper better.
Informasi yang membutuhkan kecepatan dapat terlebih dahulu disampaikan melalui kanal digital, sedangkan koran menawarkan penyajian yang lebih mendalam kepada pembaca.
“Berkat upaya konvergensi ini, segmentasi pembaca menjadi terbentuk sesuai dengan karakteristik masing-masing," jelasnya.
"Yang ingin cepat membaca berita bisa melalui web atau media sosial. Sedangkan yang ingin mengupas informasi secara lebih dalam tetap setia membaca koran,” sambung Mizan.
Konvergensi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Jawa Pos Radar Madiun menyesuaikan diri dengan perubahan kebiasaan pembaca.
Terlebih, perkembangan teknologi membuat masyarakat kini memiliki semakin banyak pilihan untuk memperoleh informasi.
Dengan begitu, transformasi digital tidak serta-merta menempatkan media cetak dan digital sebagai dua produk yang saling berhadapan. Keduanya justru dapat diarahkan untuk menjangkau karakter pembaca yang berbeda.
Baca Juga: Spesifikasi dan Fitur Unggulan Cakra NX1, Motor Listrik Nasional dengan Jarak Tempuh 140 Km
Unida Gontor Buka Peluang Kolaborasi
Dosen Ilmu Komunikasi Unida Gontor Tubagus Novalul Barokah mengapresiasi kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari langsung dinamika industri media.
Menurut dia, pengalaman tersebut memberikan perspektif mengenai bagaimana perusahaan media menyusun strategi untuk menghadapi perubahan zaman dan teknologi.
“Ilmu yang dibagikan dalam kesempatan ini sangat berguna dalam mengkaji bagaimana upaya dan strategi media di era penuh tantangan seperti sekarang ini,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga diharapkan tidak berhenti sebatas studi media. Unida Gontor membuka peluang untuk mengembangkan kerja sama lain bersama Jawa Pos Radar Madiun.
“Berbagai upaya kolaborasi lainnya semoga dapat diwujudkan bersama-sama,” pungkas Tubagus. (*)
Editor : Mizan Ahsani