Jawa Pos Radar Madiun – Lautan penari bakal memenuhi Jalan Pahlawan malam ini (29/8). Sebanyak 4.200 peserta tercatat bakal ambil bagian dalam Madiun Menari 2026, jumlah yang jauh melampaui ekspektasi Pemkot Madiun.
Antusiasme tersebut terlihat sejak proses persiapan. Hingga kemarin (28/8), jumlah pendaftar terus membeludak meski Pemkot Madiun sejak awal tidak memasang target peserta.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan, Madiun Menari memang dirancang bukan untuk mengejar jumlah peserta. Gelaran tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan seni tari.
’’Update terakhir 4.200 peserta. Kami tidak punya target. Awalnya saya hanya menyentil sedikit, ternyata yang ingin ikut ribuan. Saya juga kaget,’’ ujarnya di sela-sela kegiatan gowes di Hutan Kota kemarin.
Baca Juga: Madiun Menari Tembus 5 Ribu Peserta, PSC Bakal Jadi Lautan Penari
Bagus menilai tingginya animo Madiun Menari menjadi gambaran kuatnya kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya. Terlebih, ribuan peserta mendaftar dan mengikuti kegiatan tersebut atas inisiatif sendiri.
Menurut dia, Madiun Menari tidak dirancang sebagai ajang untuk menunjukkan siapa yang paling piawai menari. Esensi utamanya adalah membangun kepedulian bersama terhadap keberlangsungan seni tari.
’’Ini bukan bagus-bagusan menari, tetapi bagaimana masyarakat peduli terhadap seni tari. Harapannya seni tari terus dijaga dan kita punya aset-aset tari,’’ jelas mantan anggota DPRD Kota Madiun itu.
Baca Juga: Madiun Menari hingga Barongsai, Deretan Event Kota Madiun Agustus–September
Persiapan akhir ribuan peserta untuk membawakan tari Beksan Parisuko dimatangkan melalui gladi resik kemarin sore. Ratusan perempuan dari berbagai kelompok usia terlihat mengikuti proses latihan menjelang pementasan.
Bagus berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana. Dia juga dijadwalkan ikut menari bersama jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) malam nanti di Jalan Pahlawan Kota Madiun.
’’Melebihi ekspektasi. Saya maturnuwun, kesadaran masyarakat untuk menghidupkan budaya ini tinggi,’’ pungkas Bagus. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto