Jawa Pos Radar Madiun – Anggaran belanja tidak terduga (BTT) Kota Madiun melonjak signifikan dalam P-APBD 2026.
Pos tersebut membengkak dari semula Rp 2 miliar menjadi Rp 13,5 miliar atau bertambah Rp 11,5 miliar.
Lonjakan BTT Kota Madiun itu menjadi salah satu sorotan fraksi-fraksi DPRD saat pembahasan P-APBD 2026 yang disepakati Senin (31/8) malam.
Legislatif juga mempertanyakan alokasi belanja bantuan sosial (bansos) yang terlihat berkurang.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menegaskan secara substansi anggaran bansos tidak dipangkas.
Perubahan angka terjadi akibat pergeseran alokasi menyesuaikan regulasi pemerintah pusat.
’’Kalau bansos itu tidak ada yang berkurang. Hanya pergeseran karena kebijakan dari pemerintah pusat. Sehingga secara target itu tidak ada yang berubah sebenarnya,’’ terang Bagus, Rabu (2/9).
Dia menjelaskan, kenaikan BTT juga dipengaruhi sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun sebelumnya yang belum didayagunakan.
Dana tersebut ditempatkan pada pos BTT agar dapat digunakan ketika muncul kebutuhan mendesak sesuai ketentuan.
’’Untuk BTT itu kan memang ada silpa yang belum didayagunakan. Nah, silpa yang belum didayagunakan ini, kalau ditaruh di BTT, nanti pada saat pembahasan ada dinamika yang ada, nanti bisa menggunakan BTT,’’ jelasnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Istono menambahkan, pergeseran sejumlah anggaran juga berkaitan dengan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Salah satunya menyangkut santunan kematian yang sebelumnya masuk dalam belanja sosial.
Menurut Istono, santunan tersebut kini ditempatkan dalam BTT lantaran kebutuhan anggarannya tidak dapat diprediksi secara pasti.
’’Santunan masyarakat yang kaitannya dengan dana kematian itu, oleh BPK kan kalau ditaruh di belanja sosial tidak boleh. Makanya itu ditaruh di BTT,’’ jelasnya.
Istono menyebut jumlah warga yang meninggal tidak dapat diketahui sebelumnya.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penempatan kerangka anggaran santunan kematian pada pos BTT.
’’Karena masyarakat meninggal ini kan tidak bisa diprediksi secara pasti, kerangka besarnya ditaruh di BTT,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto