El Nino Menguat, Suhu Madiun Raya Tembus 35 Derajat Celsius

Erlita H • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 19:46 WIB
KEMARAU KERING: Cuaca cerah menyelimuti kawasan Kota Madiun saat musim kemarau. Ilustrasi Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun
KEMARAU KERING: Cuaca cerah menyelimuti kawasan Kota Madiun saat musim kemarau. Ilustrasi Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun

Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman kekeringan di Madiun Raya perlu diwaspadai. BMKG mencatat El Nino berada dalam kategori sangat kuat dengan anomali mencapai 2,99, kondisi yang berpotensi membuat musim kemarau semakin kering.

Pranata Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya BMKG Nganjuk Setiyaris mengatakan, angka anomali tersebut telah melampaui ambang kategori El Nino sangat kuat.

’’Angka tersebut masuk kategori El Nino sangat kuat karena berada di atas angka dua hingga mendekati tiga,’’ ujar Setiyaris, Kamis (3/9).

Menurut Yaris, minimnya tutupan awan saat puncak kemarau membuat pemanasan permukaan semakin intens.

Kondisi tersebut berdampak terhadap peningkatan suhu maksimum, disertai potensi angin kencang dan perbedaan suhu siang dengan malam yang cukup ekstrem.

Situasi berpotensi semakin kering seiring Indian Ocean Dipole (IOD) yang diprediksi menuju fase positif pada September–Oktober. Anomali IOD saat ini berada di angka 0,39 atau mendekati ambang 0,4.

’’Jika El Nino dan IOD positif terjadi secara bersamaan, kondisi musim kemarau dapat menjadi lebih parah. Curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami pengurangan,’’ jelasnya.

Dalam tiga hari ke depan, cuaca Madiun Raya diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Peluang hujan juga disebut sangat rendah.

Suhu Madiun Raya, khususnya Madiun, Ngawi, dan Ponorogo, pada siang hari diperkirakan berada di kisaran 32–35 derajat Celsius. Sementara, kelembapan udara berkisar 35–50 persen.

Pada malam hingga dini hari, suhu diprakirakan turun cukup signifikan menjadi sekitar 19–24 derajat Celsius.

BMKG Nganjuk meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kemarau. Mulai kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, hingga meningkatnya risiko kebakaran lahan maupun permukiman.

Masyarakat juga diminta lebih bijak menggunakan air untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian. Aktivitas pembakaran sampah dan lahan perlu dihindari karena kondisi cuaca dapat mempercepat penyebaran api.

’’Masyarakat juga harus menghindari pembakaran sampah maupun lahan. Kondisi suhu yang panas, kelembapan rendah, dan angin yang cukup kencang dapat membuat api lebih cepat menyebar,’’ imbaunya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
cuaca madiun raya suhu Madiun Raya bmkg nganjuk el nino