Jawa Pos Radar Madiun – Harga daging ayam ras di Pasar Besar Madiun (PBM) mulai melandai. Setelah sempat menyentuh Rp 42 ribu per kilogram, harga komoditas tersebut turun menjadi Rp 40 ribu per kilogram.
Kendati demikian, harga tersebut masih dirasakan cukup tinggi oleh konsumen. Dampaknya, sebagian warga memilih mengurangi jumlah pembelian dan berimbas pada omzet pedagang.
Purwati, salah seorang pedagang daging ayam ras di PBM, mengatakan penurunan harga terjadi setelah dua hari sebelumnya berada di level Rp 42 ribu per kilogram.
’’Sekarang sudah Rp 40 ribu per kilogram. Kalau dua hari lalu masih Rp 42 ribu,’’ ujarnya, Kamis (3/9).
Mahalnya harga daging ayam ras berdampak cukup signifikan terhadap penjualan. Purwati yang biasanya mampu menjual sekitar 50 kilogram per hari kini hanya menghabiskan sekitar 20 kilogram.
Artinya, volume penjualannya menyusut sekitar 60 persen dibandingkan kondisi normal.
’’Penjualannya berkurang banyak. Biasanya bisa 50 kilogram, sekarang hanya sekitar 20 kilogram,’’ katanya.
Di sisi lain, pedagang harus menyiapkan modal lebih besar untuk kulakan. Purwati berharap harga daging ayam di Madiun segera kembali normal agar daya beli masyarakat kembali meningkat.
Apalagi, stok ayam sejauh ini disebut relatif aman. Pasokan untuk pedagang di Pasar Besar Madiun juga masih tersedia.
Kenaikan harga turut membuat konsumen mengubah pola belanja. Eni, warga Kota Madiun, misalnya, mengurangi pembelian daging ayam dari biasanya 1–1,5 kilogram menjadi hanya setengah kilogram.
’’Biasanya kami beli satu hingga satu setengah kilogram. Karena harga naik, hanya beli setengah kilogram saja,’’ tuturnya.
Purwati menyebut perkembangan harga komoditas di PBM rutin mendapatkan pemantauan pemerintah. Petugas disebut mendatangi pasar setiap hari untuk mengecek perkembangan harga.
’’Setiap hari ada yang berkunjung ke sini dan menanyakan harga,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto