PURWOREJO, Jawa Pos Radar Madiun – Pelarian penjambret asal Wonosobo ini tak berjalan seperti yang diangankannya.
Awalnya pria berinisial AN berusaha kabur usai menjambret dompet milik seorang wanita asal Desa Puspo, Purworejo.
Namun, usahanya itu tak berhasil. Ia tidak menyangka jika aksinya digagalkan kemacetan yang terjadi di depan Pasar Winong Kecamatan Kemiri, Purworejo.
Ia akhirnya diamankan warga. AN yang berprofesi sebagai buruh harian lepas itu harus berhadapan dengan penyidik Satreskrim Polres Purworejo.
Dilansir dari JawaPos.com, Kapolres Purworejo AKBP Eko Sunaryo, menyampaikan, kejadian bermula saat korban bernama Arum mengantar anaknya sekolah, 12 Februari 2024 lalu.
Di tempat kejadian perkara, korban dipepet oleh AN dengan pura-pura hendak menanyakan jalan arah Purworejo.
"Ketika korban hendak menjawab pertanyaan, dompet korban yang digantung di dashboard langsung direbut oleh AN hingga melarikan diri ke arah timur," jelasnya, seperti dikutip dari JawaPos.com pada Kamis (22/2).
Apes, upaya kabur AN terhenti di Pasar Winong, Kecamatan Kemiri karena ada kemacetan panjang. Korban yang berhasil mengejar sontak berteriak minta tolong.
Akhirnya tersangka berhasil diamankan oleh warga dan diserahkan kepada pihak kepolisian.
"Barang bukti yang berhasil diamankan adalah satu buah dompet warna pink berisi HP uang tunai Rp 300 ribu dan kartu diri milik korban," tambahnya.
Adapun pasal yang diterima oleh tersangka yaitu pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun.
Ternyata tersangka merupakan residivis sebelumnya dia juga pernah melakukan hal yang sama sebanyak empat kali.
Antara lain di Jalan Purworejo-Wonosobo KM 16, Jalan Bruno-Kutoarjo, Jalan Kutoarjo-Bruno dan jalan utara Pasar Kemiri.
Kapolres Purworejo mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Purworejo utamanya bagi pengendara sepeda motor yang membawa barang bawaan agar diamankan semaksimal mungkin.
Tersangka AN dihadirkan oleh pihak Polres Purworejo dan mengaku sudah melakukan penjambretan sebanyak lima kali. Ia terpaksa melakukan hal tersebut karena alasan ekonomi.
"Saya menyesal uang hasil curian akan saya gunakan sebagai main game atau judi online. Setelah menang uangnya untuk kesenangan pribadi saya," jelasnya. (jawapos.com/sib)
Editor : Budhi Prasetya