NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Nasi Pecel merupakan salah satu kuliner khas Nusantara yang memiliki banyak varian di berbagai daerah.
Salah satu yang unik dan memiliki cita rasa khas adalah Nasi Pecel Lethok Ngawi.
Berbeda dari pecel pada umumnya, kuliner khas Ngawi ini memiliki tambahan sambal lethok, yang menjadi pembeda utama dari pecel di daerah lain.
Apa Itu Pecel Lethok dan Apa Bedanya dengan Pecel Madiun?
Pecel lethok adalah hidangan yang terdiri dari sayuran rebus yang disiram sambal kacang, dengan tambahan sambal lethok berbahan dasar tempe kedelai segar dan setengah layu.
Proses pengolahan sambal ini dilakukan dengan cara dihaluskan dan dicampur berbagai bumbu khas, sehingga menciptakan rasa gurih yang unik.
Selain sambal lethok, pecel khas Ngawi juga sering disajikan dengan lauk tambahan seperti paru goreng, daging sapi, serundeng, dan kerupuk udang.
Tak ketinggalan, lauk pendamping seperti gorengan, telur asin, sate usus, dan jeroan juga tersedia untuk menambah kelezatan.
Penyajian yang Autentik
Salah satu daya tarik nasi pecel lethok di Ngawi adalah penyajiannya yang masih mempertahankan cara tradisional.
Pecel ini sering disajikan menggunakan pincuk daun jati atau daun pisang, yang dipercaya mampu memperkuat cita rasa hidangan.
Banyak pecinta kuliner yang merasa bahwa penggunaan wadah alami ini membuat aroma dan cita rasa pecel lebih autentik.
Di kalangan masyarakat Ngawi, pecel lethok bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga menjadi kuliner yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat.
Warung-warung pecel di Ngawi sering menjadi tempat berkumpulnya warga dari berbagai latar belakang, baik masyarakat lokal maupun wisatawan.
Harga Terjangkau untuk Semua Kalangan
Salah satu daya tarik pecel lethok di Ngawi adalah harganya yang sangat terjangkau.
Satu porsi nasi pecel lethok dijual dengan harga Rp3.000 – Rp4.000, yang sudah termasuk lauk tempe atau gorengan.
Jika ingin tambahan jeroan sapi, harganya hanya sekitar Rp6.000 – Rp8.000, menjadikannya kuliner khas yang ramah di kantong.
Warung Pecel Lethok Legendaris di Ngawi
Bagi Anda yang ingin mencicipi pecel lethok di Ngawi, berikut beberapa rekomendasi warung legendaris yang wajib dikunjungi:
1. Warung Lethok Mbah Jan
Warung ini sudah berdiri sejak 1997 dan menjadi langganan para pejabat negara, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Berlokasi di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Ngawi, warung ini menjadi bagian dari Peta Kuliner Jalur Lebaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan.
Letaknya yang strategis, dekat pintu keluar tol Ngawi, membuat warung ini selalu ramai pengunjung.
Keunikan Warung Lethok Mbah Jan adalah penggunaan daun jati sebagai alas penyajian.
Selain kuah lethok orisinal, warung ini juga menyediakan kuah lethok dengan isian urat dan babat.
2. Pecel Mbah Sumini
Terletak di dalam Pasar Besar Ngawi, warung ini terkenal dengan bumbu pecelnya yang khas serta tambahan lethok dengan irisan babat, usus, dan kikil.
Tempatnya memang sederhana, tetapi selalu ramai oleh pelanggan setia.
Alamat: Jalan Sultan Agung, Pasar Besar Ngawi, Lantai 2
Harga: Mulai dari Rp 5.000
Jam operasional: 07.00 – 11.00 WIB
3. Pecel Bu Rusmini
Warung ini termasuk dalam kategori hidden gem karena suasananya yang nyaman dan bumbu pecelnya yang berlimpah.
Cocok bagi yang ingin menikmati kuliner khas Ngawi dengan suasana sejuk.
Alamat: Desa Karangasem II, Kecamatan Geneng
Harga: Mulai dari Rp 4.000
Jam operasional: 05.00 – 10.00 WIB
4. Pecel Yu Sri Ngisor Talok
Sudah berdiri sejak 1987, warung ini masih menggunakan kayu bakar dalam proses memasaknya, sehingga menciptakan aroma smokey yang khas.
Dalam sehari, warung ini bisa menghabiskan 25 – 30 kg nasi dan 10 kg beras untuk lontong.
Alamat: Nambangan, Selopuro, Pitu
Harga: Mulai dari Rp 4.000
Jam operasional: 06.30 – 14.00 WIB
5. Pecel Pincuk Godong Jati Bu Lam
Sesuai namanya, warung ini menyajikan pecel menggunakan pincuk daun jati, serta minuman dalam kendi, sehingga menciptakan suasana tradisional yang kuat.
Alamat: Jalan Raya Ngawi, Caruban
Harga: Mulai dari Rp 4.000
Jam operasional: 16.00 – 23.00 WIB
6. Pecel Bu Narsih
Warung kecil ini selalu ramai pengunjung karena rasa sambal lethoknya yang khas.
Pecel lethok tanpa jeroan hanya dibanderol Rp 3.000, sementara yang menggunakan jeroan hanya Rp 6.000.
Alamat: Depan Kantor Pegadaian, Jalan Untung Suropati, Ngawi
7. Nasi Pecel Mampir
Buka mulai jam 12 malam hingga pagi, warung ini menjadi favorit para pekerja malam dan warga yang ingin menikmati kuliner di waktu dini hari.
Setiap malam, warung ini bisa melayani lebih dari 100 pembeli.
Alamat: Kecamatan Paron, dekat Pasar Paron
Jam operasional: 12.00 – 04.00 WIB
8. Nasi Pecel Lethok Mbah Wiro
Warung ini menawarkan nasi pecel lethok lengkap dengan berbagai pilihan lauk seperti telur asin, rempeyek, tempe, tahu goreng, dan serundeng daging.
Alamat: Jurobong, Jururejo, Kecamatan Ngawi
Jam operasional: 06.20 – 15.00 WIB (Senin – Jumat), 09.00 – 17.00 WIB (Sabtu)
Pecel Lethok Ngawi, Kuliner Wajib Saat Mudik
Bagi yang sedang mudik atau berkunjung ke Ngawi, mencicipi pecel lethok adalah pengalaman kuliner yang tidak boleh dilewatkan.
Keunikan sambal lethok serta penyajian dengan daun jati menjadikan hidangan ini berbeda dari pecel di daerah lain.
Jika Anda mencari kuliner khas dengan harga terjangkau, pecel lethok Ngawi adalah pilihan yang tepat.
Selain lezat, kuliner ini juga menggambarkan keanekaragaman budaya kuliner Indonesia yang terus bertahan dari generasi ke generasi. (ota)
Editor : Mizan Ahsani