Jawa Pos Radar Madiun – Di balik ramainya lalu lintas Jalan Perintis Kemerdekaan, tepat di samping Balai Kota Madiun, terselip sebuah warung sederhana yang selalu dipadati pembeli menjelang malam.
Namanya Nasi Liwet Solo Mbak Ninik—tempat kuliner malam yang jadi langganan banyak warga karena menghadirkan cita rasa khas Solo yang sulit ditemukan di kota ini.
Didirikan oleh seorang perempuan asal Solo pada awal dekade 2010-an, warung ini berangkat dari kerinduan Mbak Ninik akan masakan kampung halaman.
Dengan tenda kecil di pinggir jalan dan resep warisan keluarga, ia mulai menawarkan nasi liwet dengan rasa autentik: nasi pulen yang ditanak dengan santan, suwiran ayam, sambal pedas manis, serta sayur labu siam yang lembut dan kaya rasa.
Keistimewaan nasi liwet racikan Mbak Ninik terletak pada detail penyajiannya.
Setiap porsi disusun hangat dan rapi—disertai pilihan lauk seperti telur pindang, ati ampela, kepala ayam, hingga bacem tempe dan tahu.
Semua dimasak dengan bumbu rempah yang kaya dan tidak menggunakan pengawet.
Bagi pengunjung yang ingin sensasi berbeda, tersedia pula pelengkap berupa ketan bubuk atau serundeng manis, camilan tradisional khas Solo yang kini mulai langka.
Soal harga, warung ini menawarkan kualitas bintang lima dengan harga kaki lima.
Seporsi nasi liwet lengkap bisa dinikmati mulai dari Rp10.000 saja.
Tambahan lauk hanya dikenai Rp3.000–Rp6.000, tergantung pilihan.
Rata-rata pelanggan cukup mengeluarkan Rp15.000 hingga Rp20.000 untuk makan kenyang plus minuman, menjadikan tempat ini favorit baik untuk warga lokal maupun pengunjung luar kota.
Meski sederhana, warung ini sudah mendukung pembayaran digital via QRIS dan juga tersedia di layanan pesan antar online seperti GoFood dan GrabFood.
Suasana di Nasi Liwet Mbak Ninik terasa seperti pulang ke rumah.
Hangat, akrab, dan sarat kenangan—dari aroma nasi yang mengepul hingga senyum para pelanggan yang puas menyantap sajian tradisional di bawah rimbunnya pohon pinggir jalan kota. (nda/ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira