Jawa Pos Radar Madiun – Di tengah maraknya camilan modern dan kekinian, keberadaan kue tradisional justru makin terpinggirkan.
Salah satu kudapan khas yang kini sulit dijumpai di pasar-pasar tradisional adalah kue celorot.
Makanan ini dikenal luas di wilayah pesisir Jawa dan Bali, dan identik dengan bentuk unik dari lilitan janur muda berbentuk kerucut.
Di balik tampilannya yang sederhana, kue celorot menyimpan rasa manis legit yang khas serta nilai budaya yang tinggi.
Kelezatan Kue Celorot dari Kesederhanaan Bahan
Tak butuh bahan mahal untuk membuat kue celorot. Semua komponen bisa dengan mudah ditemukan di pasar tradisional maupun toko bahan kue, antara lain:
250 gram gula merah
250 gram gula pasir
200 ml air
180 gram tepung sagu
220 gram tepung beras
1 liter santan kental
Semua bahan ini berpadu untuk menghasilkan tekstur lembut dan rasa manis gurih yang autentik.
Cara Membuat Kue Celorot agar Lembut dan Tidak Pecah
Meski tampak sederhana, membuat kue celorot membutuhkan ketelitian, terutama saat melilit janur dan menjaga konsistensi adonan.
1. Rebus Gula hingga Larut
Langkah awal, rebus campuran gula merah, gula pasir, dan air hingga mendidih dan larut sempurna. Setelah itu, saring dan biarkan dingin di suhu ruang.
2. Campur Tepung dan Santan
Dalam wadah besar, aduk tepung sagu dan tepung beras. Tuangkan santan secara perlahan sambil terus diaduk agar tidak menggumpal.
Setelah tercampur rata, masukkan larutan gula yang telah dingin, lalu aduk kembali hingga adonan licin dan homogen.
3. Isi Janur dengan Adonan
Siapkan janur muda yang telah dibentuk kerucut. Pastikan lilitan kencang agar tidak bocor saat dikukus. Tuang adonan ke dalam janur hingga hampir penuh.
4. Kukus hingga Matang
Letakkan potongan ampas kelapa di dasar kukusan untuk menjaga kestabilan. Susun kue celorot secara vertikal dan kukus selama 25–30 menit hingga matang. Angkat dan dinginkan sebelum disajikan.
Mengajak keluarga membuat kue celorot di rumah bisa menjadi pengalaman seru sekaligus edukatif.
Anak-anak dapat mengenal bahan alami, teknik memasak tradisional, hingga filosofi di balik lilitan janur yang khas.
Kembali menghadirkan kue celorot di rumah tak sekadar mengisi perut, tetapi juga memperkuat ikatan dengan akar budaya lokal yang mulai terlupakan. (ebo/cor)
Editor : Andi Chorniawan