Jawa Pos Radar Madiun – Siapa yang tak kenal jadah ketan? Penganan tradisional berbahan dasar beras ketan dan kelapa parut ini selalu jadi favorit di setiap momen santai.
Teksturnya yang empuk, pulen, dan rasa gurihnya berpadu dengan aroma pandan membuat jadah ketan cocok jadi teman ngopi atau sajian spesial untuk keluarga.
Di berbagai daerah, kudapan ini juga dikenal dengan nama uli ketan, tetel, atau gemblong.
Resep Jadah Ketan, Gurih Pulen Khas Nusantara
Membuat jadah ketan sebenarnya sangat mudah dan bisa dilakukan siapa saja di rumah.
Asalkan menggunakan beras ketan kualitas terbaik dan santan segar, hasil jadah pasti empuk dan legit.
Bahan-bahan Jadah Ketan:
• 1 kg beras ketan putih berkualitas
• 1,2 liter santan dari kelapa segar
• 2 lembar daun pandan, potong-potong
• 2 sendok teh garam
• 150 gram kelapa parut setengah tua
• Daun pisang secukupnya untuk membungkus
Cara Membuat Jadah Ketan:
• Rendam Ketan: Cuci bersih beras ketan, lalu rendam dalam air dingin selama 1-3 jam agar ketan cepat pulen saat dikukus.
• Kukus Ketan: Tiriskan ketan, kukus dalam dandang panas selama 30 menit hingga setengah matang.
• Masak Santan: Didihkan santan bersama daun pandan dan garam. Aduk perlahan agar santan tidak pecah.
• Aduk Ketan dan Santan: Tuang santan panas ke ketan setengah matang, aduk hingga semua santan meresap. Diamkan hingga agak hangat.
• Kukus Ulang dengan Kelapa: Campurkan ketan dengan kelapa parut, aduk rata. Kukus kembali selama 30-45 menit hingga ketan matang dan pulen.
• Tumbuk dan Bentuk: Angkat, aduk rata, lalu tumbuk ketan bersama kelapa parut sampai adonan menyatu dan lengket.
• Bentuk dan Bungkus: Bagi adonan menjadi beberapa bagian. Bentuk bulat pipih atau panjang sesuai selera, lalu bungkus dengan daun pisang. Semat ujungnya dengan lidi.
• Potong dan Sajikan: Setelah dingin, potong-potong jadah ketan setebal 1,5 cm dan sajikan.
Tips Jadah Ketan Pulen dan Legit
• Pastikan menggunakan beras ketan murni tanpa campuran beras biasa agar hasil jadah lebih pulen.
• Bisa disajikan dengan saus kinca gula merah, serundeng, atau digoreng agar lebih variatif.
Jadah ketan bukan sekadar jajanan nostalgia, tapi juga pilihan sehat karena kaya serat dan lemak baik dari santan serta kelapa.
Dengan resep sederhana ini, siapa saja bisa menghadirkan rasa tradisi di meja makan. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira