Jawa Pos Radar Madiun - Tempe kini bukan cuma makanan lokal, tapi juga primadona ekspor.
Negara-negara seperti Jepang, Korea, dan Eropa makin melirik produk ini.
Kalau kamu pelaku UMKM dan ingin tempe buatanmu mendunia, berikut langkah pentingnya:
1. Penuhi Syarat Legal Ekspor
Pastikan punya NIB, sertifikat BPOM/PIRT, label sesuai standar, dan dokumen seperti invoice & COO. Cek situs Kemendag dan BPOM.
2. Tentukan Target Pasar
Pahami karakter negara tujuan—tempe segar disukai Jepang, sedangkan Eropa lebih memilih tempe olahan seperti keripik atau tempe beku.
3. Harga Jual Kompetitif
Hitung semua biaya (produksi, kemasan, ekspedisi, bea cukai) untuk menentukan harga jual yang masuk akal dan bersaing.
4. Bangun Distribusi Efektif
Kerja sama dengan importir lokal, e-commerce luar negeri, atau distributor Asia untuk jangkauan lebih luas.
5. Gunakan Kemasan Vakum dan Food-Grade
Tempe segar wajib dikemas vakum agar awet. Gunakan desain menarik dan informatif, cantumkan tanggal kadaluarsa, label halal, dan logo BPOM.
6. Sertifikat Halal Wajib
Apalagi jika menyasar negara Muslim. Sertifikat halal LPPOM MUI jadi nilai tambah kepercayaan pasar.
7. Gunakan Reefer Container
Tempe cepat rusak, jadi kirim dengan kontainer berpendingin (cold chain) dan jasa ekspedisi tepercaya.
Ekspor tempe dalam bentuk yang lebih awet seperti keripik tempe, tempe kering, frozen tempe, atau camilan berbasis tempe. (fin)
Editor : AA Arsyadani