Jawa Pos Radar Madiun – Mie ayam dan bakmi, dua sajian mi populer di Indonesia, kerap disangka sama oleh banyak orang.
Padahal, keduanya menyimpan perbedaan mencolok dalam cita rasa, cara penyajian, hingga topping yang digunakan.
Lantas, apa yang membuat mie ayam dan bakmi begitu berbeda?
1. Rasa
Perbedaan paling kentara terletak pada bumbu dasar. Mie ayam khas dengan rasa manis karena penggunaan kecap manis dan kaldu ayam berbumbu rempah.
Sebaliknya, bakmi hadir dengan rasa gurih asin—lebih menonjolkan cita rasa minyak ayam, bawang putih, dan kecap asin.
Secara budaya, mie ayam mewakili cita rasa Jawa yang cenderung manis, sedangkan bakmi lebih dipengaruhi tradisi kuliner Tionghoa yang mengedepankan rasa umami.
2. Kuah
Cara penyajian kuah juga membedakan keduanya. Mie ayam biasanya disajikan langsung bersama kuah di atas mi, menciptakan perpaduan rasa sejak suapan pertama.
Sebaliknya, bakmi lebih sering disajikan kering, dengan kuah bening yang disuguhkan di mangkuk terpisah.
Bagi penikmat rasa kuat pada mi, bakmi memberi pengalaman makan yang lebih bersih dan terfokus pada tekstur mi-nya.
3. Topping
Mie ayam identik dengan potongan ayam kecap, sawi rebus, dan daun bawang. Sedangkan bakmi punya ragam topping lebih luas—dari ayam suwir, daging cincang, jamur, hingga pangsit dan bakso.
Bahkan di tempat non-halal, bakmi sering disajikan dengan chasiu alias daging babi merah.
Kelebihan mie ayam terletak pada kekayaan rasa dalam satu mangkuk, sementara bakmi lebih fleksibel dan bisa dinikmati dalam banyak variasi.
4. Tekstur
Meski sama-sama menggunakan mi telur, tekstur kedua jenis mi ini berbeda. Mie pada bakmi biasanya lebih kenyal dan kecil, serta berminyak karena proses pelumuran minyak ayam saat awal penyajian.
Mie ayam, di sisi lain, lebih lembut dan menyerap kuah lebih banyak.
Mana yang Lebih Enak?
Jawabannya tergantung selera. Mie ayam cocok bagi pecinta rasa manis dan kompleks.
Sementara itu, bakmi ideal untuk mereka yang menyukai rasa gurih bersih dengan tekstur mi yang lebih dominan.
Yang pasti, keduanya merupakan simbol kekayaan kuliner Indonesia yang patut dibanggakan. (ebo/cor)
Editor : Andi Chorniawan