Bolu Mutiara dari Resep Mustikarasa: Kukusan Tradisional yang Legit dan Lembut, Bisa Dinikmati Dingin atau Hangat
Dewanti Septianingrum• Selasa, 15 Juli 2025 | 15:53 WIB
Ilustrasi bolu mutiara yang rasanya nikmat.
Jawa Pos Radar Madiun – Dari ratusan resep legendaris peninggalan dapur Nusantara, Bolu Mutiara jadi salah satu kue kukus tradisional yang layak untuk dicoba.
Resep ini berasal dari buku masakan klasik Mustikarasa, warisan kuliner Indonesia yang sarat cita rasa dan nilai sejarah.
Dengan bahan utama singkong parut, kelapa, dan sagu mutiara.
Bolu ini menyajikan tekstur legit berpadu lembut, ditambah warna merah muda dari mutiara yang tampak cantik dalam tiap potongannya.
Cocok disajikan sebagai teman teh sore, hidangan arisan, atau kudapan keluarga.
Bahan-Bahan Bolu Mutiara (untuk 1 loyang)
1 kg singkong parut
1. Persiapkan Singkong dan Kelapa
Cuci bersih singkong, lalu parut halus. Campurkan dengan kelapa parut dan garam hingga rata. Pastikan singkong tidak mengandung banyak air agar tekstur bolu tidak lembek.
2. Rebus Sagu Mutiara Separuh Matang
Didihkan air dalam panci, lalu masukkan sagu mutiara. Masak hingga setengah matang saja (masih terlihat titik putih di tengah), lalu tiriskan. Ini penting agar sagu tidak hancur saat dikukus nanti.
3. Campurkan Semua Bahan
Dalam satu wadah besar, campurkan singkong, kelapa, sagu mutiara, gula pasir, dan vanili bubuk. Aduk hingga semua bahan tercampur rata dan menyatu.
4. Kukus dalam Loyang
Siapkan loyang yang sudah dioles tipis minyak. Tuang adonan ke dalamnya dan ratakan permukaannya.
Kukus di dalam panci kukusan yang sudah dipanaskan sebelumnya selama 30–40 menit atau hingga matang.
Tips: Gunakan kain lap bersih pada tutup panci kukusan untuk mencegah air menetes ke permukaan bolu.
Cita Rasa Tradisional yang Bikin Nostalgia
Bolu Mutiara memiliki tekstur kenyal dari sagu, berpadu legitnya singkong dan gurihnya kelapa parut.
Aroma khas vanili membuat rasa tradisional ini semakin menggoda. Potongan bolu akan terlihat menarik karena bintik-bintik merah sagu di seluruh permukaan kue.
Kue ini bisa dinikmati dalam keadaan hangat maupun dingin. Rasanya tetap nikmat, dan cocok disimpan di kulkas untuk camilan beberapa hari ke depan. (dew/cor)