Jawa Pos Radar Madiun - Merawat kulit wajah seharusnya menjadi langkah sadar dan penuh perhatian.
Namun, tanpa disadari, banyak dari kita justru melakukan kesalahan yang bisa merusak skin barrier, menyebabkan breakout, atau bahkan membuat kulit terlihat kusam meski sudah pakai banyak produk.
Agar usaha skincare kamu tidak sia-sia, simak dan hindari lima kesalahan yang sering terjadi berikut ini:
1. Terlalu Sering Cuci Muka Bikin Kulit Rusak
Membersihkan wajah memang penting, tapi mencuci muka terlalu sering justru bisa merusak pelindung alami kulit.
Apalagi jika kamu memakai sabun wajah yang terlalu keras atau mengandung alkohol tinggi.
Idealnya, wajah cukup dicuci dua kali sehari: pagi dan malam. Jika lebih dari itu, kulit bisa menjadi kering, sensitif, bahkan memproduksi minyak berlebih sebagai bentuk kompensasi.
2. Lupa Pakai Sunscreen, Padahal Sinar UV Tetap Ada
Masih banyak yang hanya pakai sunscreen kalau lagi panas-panasan. Padahal, sinar UVA dan UVB bisa menembus kaca jendela, bahkan saat mendung sekalipun.
Melewatkan sunscreen sama saja membiarkan kulit terpapar risiko penuaan dini, flek hitam, hingga kanker kulit.
Gunakan sunscreen minimal SPF 30 setiap hari, bahkan jika kamu hanya di dalam rumah.
3. Terlalu Banyak Produk Skincare Sekaligus
Rutinitas 10 langkah skincare ala Korea memang menggoda. Tapi kalau kamu tumpuk terlalu banyak produk, apalagi dengan bahan aktif berbeda-beda, kulit bisa stres dan iritasi.
Kunci utamanya bukan kuantitas, tapi kualitas. Gunakan produk yang memang dibutuhkan kulit, bukan karena ikut-ikutan tren.
4. Tidak Menyesuaikan Skincare dengan Kondisi Kulit
Kondisi kulit bisa berubah tergantung musim, stres, pola makan, atau hormon. Tapi banyak orang tetap menggunakan produk yang sama sepanjang tahun tanpa mengevaluasi apakah masih cocok.
Melihat hasil skincare butuh waktu. Banyak produk membutuhkan waktu 4 hingga 8 minggu untuk menunjukkan efek nyata.
Kalau kamu terus-menerus gonta-ganti sebelum itu, kulit tidak punya waktu untuk beradaptasi, bahkan bisa jadi makin rusak karena iritasi. (cor)
Editor : Andi Chorniawan