Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Nasi Becek Khas Nganjuk: Kuliner Legendaris Berkuah Gulai dan Sate Kambing yang Bikin Nagih

Eric Wibowo • Selasa, 29 Juli 2025 | 22:01 WIB

 

 

Ilustrasi nasi becek khas Nganjuk.
Ilustrasi nasi becek khas Nganjuk.

Jawa Pos Radar Madiun – Di balik beragam kuliner khas Jawa Timur, Nasi Becek khas Nganjuk mencuri perhatian dengan kuah kental seperti gulai dan pelengkap sate kambing yang menggoda.

Sajian ini bukan sekadar makanan berkuah, tapi juga sarat nilai sejarah dan tradisi kuliner yang mengakar kuat.

Jejak Nasi Becek diyakini telah ada sejak era kolonial Belanda sekitar tahun 1915. Namun, popularitasnya sebagai makanan khas Nganjuk mulai berkembang pesat di era 1940-an.

Nama “becek” dalam bahasa Jawa berarti basah atau berkuah, mencerminkan cara penyajiannya yang melimpah kuah kuning kaya rempah.

Konon, makanan ini terinspirasi dari sisa-sisa makanan tuan Belanda yang disebut De Triest Rijst atau “nasi sedih.”

Warga lokal kemudian mengolahnya dengan bumbu dan teknik khas Nusantara hingga menjadi hidangan baru yang khas, lezat, dan berdaya saing tinggi secara cita rasa.

Ciri Khas Kuah dan Rasa

Keunikan Nasi Becek terletak pada kuahnya yang kental seperti gulai kambing, namun dengan sentuhan khas Jawa Timur yang lebih ringan dan manis.

Campuran rempah seperti ketumbar, jintan, kunyit, serai, dan santan menciptakan rasa gurih dan wangi yang menggoda. 

Potongan daging dan jeroan kambing dimasak hingga empuk dan menyerap kuah. Dalam satu porsi, nasi becek umumnya disajikan bersama sate kambing yang dibumbui kacang manis, menambah dimensi rasa yang kompleks dan memuaskan.

Di Mana Bisa Menikmati Nasi Becek?

Jika ingin menikmati nasi becek autentik, datanglah langsung ke Kabupaten Nganjuk.

Banyak penjual kaki lima hingga warung legendaris yang menyajikan hidangan ini, terutama di sekitar kawasan pasar atau terminal.

Beberapa warung bahkan mempertahankan resep turun-temurun, menjadikan pengalaman mencicipi nasi becek semakin otentik.

Bukan Soto, Bukan Sop Iga

Meski tampak seperti soto atau gulai, Nasi Becek punya identitas sendiri. Kuahnya lebih kental daripada soto daging dan jauh lebih kaya rempah.

Warna kuning keemasan menjadi ciri khas tersendiri, ditambah sate kambing sebagai pelengkap—hal yang jarang ditemukan pada hidangan berkuah lainnya.

Perlu juga dibedakan dari becek Grobogan, yang mengacu pada sop iga sapi berkuah bening dengan cita rasa asam.

Nasi Becek Nganjuk justru lebih dominan gurih dan manis, sejalan dengan karakter masakan Jawa Timur.

Warisan Rasa yang Bertahan

Lebih dari sekadar makanan tradisional, Nasi Becek mencerminkan kekayaan budaya kuliner masyarakat Nganjuk.

Resep yang bertahan lintas generasi, serta cita rasa yang tidak lekang oleh waktu, membuat nasi becek layak disebut sebagai ikon kuliner daerah.

Jika berkunjung ke Nganjuk, jangan lewatkan kesempatan menikmati semangkuk Nasi Becek hangat lengkap dengan sate kambing. Lezat, mengenyangkan, dan pastinya meninggalkan kesan mendalam. (ebo/cor)

Editor : Andi Chorniawan
#gulai #nasi becek #sate kambing #kuliner #nganjuk