Jawa Pos Radar Madiun - Ingin mencoba sajian ayam goreng yang berbeda dari biasanya? Yuk, kenalan dengan Ayam Goreng Sambal Matah Khas Bali ala Chef Juna!
Menu ini memadukan renyahnya ayam goreng berbumbu dengan kesegaran sambal matah yang ikonik dari Pulau Dewata.
Dengan bahan-bahan sederhana, kamu bisa menghadirkan sensasi kuliner khas restoran bintang lima di rumah sendiri.
Bahan-Bahan Utama:
1 ekor ayam kampung, potong jadi 4 bagian besar
1 sendok teh garam
1 cup tepung maizena
½ sendok teh lada hitam bubuk
Minyak goreng secukupnya
Bumbu Sambal Matah Khas Bali:
15 siung bawang merah, iris tipis
3 batang serai, ambil bagian putihnya lalu iris halus
30 gram kunyit segar, cincang halus
¼ sendok teh lada putih bubuk
¾ cup santan cair
½ sendok teh garam
1 sendok teh terasi, dihaluskan
5 sendok makan minyak sayur
1 sendok teh garam (tambahan)
3 sendok makan air jeruk nipis
½ sendok teh lada bubuk (tambahan)
Cara Membuat Ayam Goreng Renyah:
1. Bersihkan ayam kampung dan buang bagian kepala serta cekernya. Potong sesuai selera, lalu lumuri dengan campuran garam dan air jeruk nipis. Diamkan selama ±15 menit agar bumbu meresap.
2. Setelah didiamkan, balurkan ayam ke dalam campuran tepung maizena, garam, dan lada hitam bubuk. Aduk hingga ayam terlapisi merata dan kering.
3. Panaskan minyak dalam wajan, lalu goreng ayam dengan api sedang hingga bagian luar berwarna keemasan dan renyah. Angkat dan tiriskan.
Cara Membuat Sambal Matah yang Lezat dan Aromatik:
1. Dalam wadah, campurkan bawang merah, cabai rawit, dan serai hingga merata.
2. Masukkan kunyit cincang, lalu tuang santan cair. Blender sebentar agar tekstur halus, lalu saring hasilnya.
3. Tumis terasi halus dengan sedikit minyak sampai harum.
4. Tuangkan santan berisi kunyit ke dalam tumisan, lalu masak hingga mendidih.
5. Tambahkan garam dan lada putih bubuk. Aduk sampai tercampur rata.
6. Setelah itu, tuangkan sambal panas ke campuran irisan bawang merah dan serai.
7. Tambahkan minyak sayur, sedikit garam, lada bubuk, serta perasan air jeruk nipis dan serai segar untuk menambah aroma segar khas Bali.
(*/naz)
Penulis: Diva Vania Candrawati/Politeknik Negeri Madiun