Jawa Pos Radar Madiun - Ikan Bakar Manokwari adalah kuliner khas Papua Barat yang terkenal dengan rasa pedas segar, aroma bakaran yang menggoda, dan bumbu sambalnya yang unik.
Tidak seperti ikan bakar pada umumnya, hidangan ini menggunakan sambal segar dari cabai, bawang, dan rempah yang diulek kasar lalu disiram langsung di atas ikan setelah dibakar.
Pedasnya berasal dari topping sambal, bukan bumbu rendaman, sehingga rasa segar rempahnya tetap terasa kuat.
Ditambah proses pemanggangan dengan bara api atau arang, aroma smokey-nya membuat sajian ini semakin nikmat, apalagi jika disantap bersama nasi hangat dan sambal colo-colo.
Bahan-bahan Ikan Bakar Manokwari
Bahan Utama:
1 ekor ikan segar (ikan tongkol, cakalang, atau kakap merah, ± 500 gram)
1 sdt garam
1 sdm air jeruk nipis
2 sdm minyak goreng untuk olesan
Bumbu Sambal Khas Manokwari:
10 buah cabai rawit merah (sesuaikan tingkat pedas)
5 buah cabai merah keriting
6 siung bawang merah
2 siung bawang putih
1 sdt garam
1 buah tomat ukuran sedang
2 sdm minyak panas
Cara Membuat
1. Persiapan ikan
Bersihkan ikan hingga bebas sisik dan kotoran di bagian perut. Setelah itu, lumuri permukaannya dengan garam dan air jeruk nipis. Diamkan selama kurang lebih 15 menit agar bau amisnya hilang dan rasa ikan menjadi lebih segar.
2. Membakar ikan
Panaskan panggangan atau bakaran arang hingga bara merata. Olesi ikan dengan sedikit minyak supaya tidak lengket, lalu letakkan di atas panggangan.
Bakar sambil dibalik perlahan agar matang merata, biasanya memakan waktu sekitar 10–15 menit tergantung ukuran ikan.
3. Membuat sambal khas Manokwari
Ulek kasar cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, garam, dan tomat hingga tercampur rata. Panaskan dua sendok makan minyak goreng, kemudian siramkan ke dalam ulekan sambal dan aduk hingga aromanya keluar.
4. Penyajian
Pindahkan ikan bakar yang sudah matang ke piring saji. Siram sambal khas Manokwari di atas ikan, lalu sajikan segera bersama nasi putih hangat dan lalapan segar untuk rasa yang lebih mantap.
(*/naz)
Penulis: Diva Vania Candrawati/Politeknik Negeri Madiun