Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Asal Usul Onde-Onde: Jajanan Tradisional dengan Sejarah Panjang dari Tiongkok hingga Nusantara

Mimien Samini • Rabu, 27 Agustus 2025 | 18:20 WIB
Ilustrasi Onde-Onde
Ilustrasi Onde-Onde

Jawa Pos Radar Madiun - Onde-onde adalah salah satu jajanan tradisional Indonesia yang hingga kini masih banyak dijumpai, terutama di pasar atau toko kue basah.

Bentuknya bulat, permukaannya ditaburi biji wijen, dan biasanya berisi pasta kacang hijau yang legit. Namun, ternyata onde-onde punya sejarah panjang yang menarik untuk disimak.

Jejak Sejarah Onde-Onde

Menurut sejumlah catatan sejarah, onde-onde diperkirakan berasal dari Tiongkok pada masa Dinasti Tang (abad ke-7).

Saat itu, kue serupa bernama Jian Dui sudah populer, berbentuk bulat dengan lapisan wijen di luar dan isian pasta kacang manis di dalamnya.

Seiring jalur perdagangan dan penyebaran budaya, Jian Dui kemudian menyebar ke berbagai negara Asia, termasuk ke Nusantara. Di Indonesia, jajanan ini mengalami akulturasi dan dikenal dengan nama onde-onde.

Onde-Onde di Indonesia

Di Tanah Air, onde-onde berkembang dengan beragam versi. Yang paling populer adalah onde-onde isi kacang hijau, tetapi ada juga variasi lain seperti onde-onde ketawa (yang merekah saat digoreng) hingga onde-onde modern dengan isian cokelat atau keju.

Keberadaan onde-onde juga erat kaitannya dengan budaya masyarakat. Di beberapa daerah, jajanan ini kerap hadir dalam acara syukuran, perayaan, hingga hajatan keluarga. Bentuk bulatnya melambangkan kebersamaan dan doa akan kehidupan yang utuh.

Simbol dan Filosofi

Tak hanya sekadar camilan manis, onde-onde dipercaya menyimpan filosofi. Bentuk bulat yang utuh dianggap sebagai simbol keharmonisan, sementara taburan wijen yang banyak melambangkan rezeki dan keberuntungan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#filosofi #sejarah #Camilan Nusantara #asal usul #onde onde #jajanan tradisional